Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tsunami PHK Lanjut, Giliran Pesaing TikTok Pangkas Karyawan
    Insight News

    Tsunami PHK Lanjut, Giliran Pesaing TikTok Pangkas Karyawan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Januari 2023Updated:17 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – ShareChat, startup pesaing TikTok dari India, melakukan PHK terhadap 20% atau lebih dari 400 karyawannya.

    Startup yang didukung oleh Twitter, Google, Tiger Golobal, dan Temasek itu, memberi tahu karyawannya tentang keputusan PHK pada Senin (16/1/2023) kemarin. Mereka langsung menonaktifkan akses ke akun dan menghapus semua data karyawan yang terkena dampak.

    Perampingan ini terjadi hanya sebulan setelah sebelumnya mereka menghentikan 100 karyawan. Pada Desember 2022, ShareChat memberhentikan hampir 5% dari 2.300 karyawannya sebagai akibat dari penutupan platform olahraga fantasi Jeet11.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menginformasikan keputusan baru kepada karyawannya, CEO ShareChat, Ankush Sachdeva mengatakan dalam memo internal bahwa langkah tersebut adalah untuk memastikan kesehatan keuangan dan umur dari startup tersebut.

    Eksekutif tersebut juga mencatat bahwa startup mengalami puncak pertumbuhan pasari di 2021 dan meremehkan durasi serta intensitas tekanan likuiditas global di tahun berikutnya.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari TechCrunch, Selasa (17/1/2023), juru bicara ShareChat mengonfirmasi PHK tersebut, dan mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah banyak pertimbangan.

    Juga mengingat konsensus pasar yang berkembang, bahwa sentimen investasi akan tetap sangat berhati-hati sepanjang tahun ini.

    “Sejak diluncurkan delapan tahun lalu, ShareChat dan aplikasi video pendek kami Moj telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Namun, meski kami terus tumbuh, ada beberapa faktor makro eksternal yang memengaruhi biaya dan ketersediaan modal,” kata juru bicara tersebut.

    “Dengan mengingat faktor-faktor ini, kami perlu mempersiapkan perusahaan untuk bertahan melalui angin sakal. Oleh karena itu, kami harus mengambil beberapa keputusan yang paling sulit dan menyakitkan dalam sejarah kami sebagai sebuah perusahaan dan harus melepaskan sekitar 20% dari karyawan kami yang sangat berbakat yang telah bersama kami dalam perjalanan startup ini.” imbuhnya.

    Juru bicara tersebut juga mengklaim bahwa startup telah mengoptimalkan biaya, termasuk dalam pemasaran dan infrastruktur. Dan meningkatkan upaya monetisasi perusahaan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tiktok Diduga ‘Nguping’ Pengguna Meski Tak Punya Akun

    (tib)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.