Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Utusan China dan NASA Gugur di Mars, Nasibnya Tak Jelas
    Insight News

    Utusan China dan NASA Gugur di Mars, Nasibnya Tak Jelas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Januari 2023Updated:17 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kehidupan utusan Amerika Serikat (AS) dan China di Mars berakhir buruk. Robot NASA Insight dan Zhurong dari China disebut gugur di planet tersebut.

    Desember tahun lalu, NASA mengumumkan Insight tidak lagi bekerja setelah misi 4 tahunnya. Pusat misi Insight tidak bisa menghubungi robot itu di Mars. Kabarnya hal tersebut terjadi karena Insight tidak lagi memiliki energi yang tersisa.

    Sementara itu nasib yang sama juga terjadi pada Zhurong. Robot itu telah berada lebih dari satu tahun di Mars sejak tiba pada Mei 2021.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun pada Mei tahun lalu, robot penjelajah itu dinonaktifkan sementara. Alasannya dalam rangka untuk melindungi diri dari musim dingin di Mars.

    Dilaporkan South China Morning Post, ternyata CNSA (Badan Luar Angkasa China) kesulitan membangkitkan Zhurong dari tidur panjang. Robot itu harusnya sudah kembali bekerja pada Desember tahun lalu, namun hingga kini masih belum mengirimkan data atau informasi apapun ke Bumi.

    Sementara itu, wahana Tianwen 1 yang berada di orbit Mars juga mengalami gangguan komunikasi pada waktu bersamaan.

    Badai debu dan musim dingin yang keras memang jadi musuh menakutkan di Mars. Bahkan keduanya berulang kali memakan korban dari Bumi.

    Misalnya saja dua robot penjelajah yang dikirim NASA, Spirit dan Opportunity yang juga tak bisa beroperasi. Penyebabnya adalah adanya tumpukan debu pada panel surya keduanya.

    Nampaknya hal yang sama juga terjadi pada Zhurong. “Kemungkinan terbesar adalah badai pasir mengganggu kemampuan Zhurong menggunakan panel surya untuk menghasilkan energi,” kata narasumber kepada SCMP.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.