Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Resesi 2023, Nasib Content Creator Merana
    Insight News

    Resesi 2023, Nasib Content Creator Merana

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Januari 2023Updated:11 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Industri kretor konten beserta infrastruktur teknologi di belakangnya atau kerap disebut “Creator Economy” menjadi lahan yang melejit sejak kemunculan media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok. Namun, resesi 2023 diprediksi akan membuat industri ini tak lagi “seksi”.

    Menurut laporan Big Technology, Creator Economy bakal mengalami keterpurukan di masa ekonomi sulit. Pasalnya, industri konten kreator yang tumbuh subur membuat persaingan di dalamnya semakin ketat.

    Sementara itu, kreator konten yang masih bisa bertahan hanya mereka tergabung dalam “top 1% kreator”, alias yang memang sudah punya basis pengikut dalam jumlah besar dan reputasi mentereng. Kreator konten tier menengah bakal lebih sulit menanjak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ketika kreator konten tier menengah susah bertumbuh, maka startup yang membantu menyuburkan ekosistem itu pun akan susah scale up. Misalnya saja Linktree yang menyediakan layanan tautan di profil media sosial kreator konten (link-in-my-bio).

    Pada awal 2022, valuasi Linktree berhasil mencapai US$1,3 miliar (Rp 20 triliun) berkat beberapa seri pendanaan. Namun, di masa mendatang, agaknya bisnis Linktree akan menantang.

    “Orang-orang punya waktu terbatas untuk mengonsumsi banyak konten. Para kreator konten harus menjadi yang terbaik, atau masuk di beberapa jajaran teratas, untuk punya ruang berkembang,” kata CEO Morning Brew, Austin Rief, dikutip dari Big Technology, Rabu (11/1/2023).

    “Sangat sulit untuk masuk jajaran 37 kreator keuangan terbaik,” ia mencontohkan.

    Industri memprediksi bahwa nilai total untuk Creator Economy bakal mencapai US$104,2 miliar atau setara Rp 1.611 triliun. Angka itu memang terdengar banyak, sebab digabung dengan nilai investasi di startup yang mendukung bisnis kreator seperti Linktree.

    “Mungkin nilai investasi yang diberikan ke startup-startup itu tak akan kembali modal,” kata laporan Big Technology.

    Pendanaan untuk startup yang fokus ke kreator konten terus merosot sepanjang 2022. Ada 58 putaran pendanaan dengan nilai US$343 juta di kuartal pertama 2022.

    Angka itu turun menjadi 42 putaran pendanaa dengan total US$336 juta pada kuartal kedua, dan terakhir merosot ke 19 putaran pendanaan bernilai US$110 juta, dikutip dari TechCrunch.

    Seiring dengan popularitas algoritma TikTok yang membuat konten apa saja bisa mendadak trending tanpa harus punya basis pengikut yang besar, mengumpulkan pendapatan yang stabil bagi kreator konten akan semakin sulit. Faktor ini juga menambah tekanan bagi kreator dan platform yang mendukung mereka.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.