Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bandar Kripto Apes, Rp 187 Triliun Menguap dalam 2 Bulan
    Insight News

    Bandar Kripto Apes, Rp 187 Triliun Menguap dalam 2 Bulan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Januari 2023Updated:11 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa bandar kripto, Binance, dilaporkan kehilangan hingga US$12 miliar atau Rp 187 triliun. Ini terjadi tak lama setelah pesaing mereka, FTX, mengalami keruntuhan parah akhir tahun lalu.

    Forbes melaporkan arus penarikan aset kripto dari platform Binance semakin cepat. Berdasarkan data dari Defillama, pelanggan menarik hingga US$360 juta (Rp 5,6 triliun)pada hari Jumat, dikutip Selasa (10/1/2023).

    Sementara itu, data lain dari Nansen pada 13 Desember 2022, Binance kehilangan US$3 miliar (Rp 46,7 triliun) aset selama seminggu sebelumnya. Angka tersebut sekitar 4% dari total aset perusahaan kala itu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun berdasarkan laporan Forbes, Binance kehilangan aset yang jauh lebih besar. Pada hari yang sama saat CEO Changpeng Zhao meremehkan laporan Nansen, asetnya anjlok 15% atau seperempat aset Binance selama kurang dari dua bulan.

    Kehilangan Kepercayaan

    Meski Zhao memastikan situasi saat ini lebih stabil, namun nampaknya investor tak termakan ucapan manis itu. Forbes menuliskan kurangnya kepercayaan tersebut terlihat pada kinerja dua token perusahaan, Binance Coin (BNB) dan Binance USD (BUSD).

    BNB dilaporkan anjlok 29% dalam dua bulan. Forbes memperkirakan ada 29 juta token tersisa di Binance atau 51% lebih sedikit dari yang dilaporkan Binance dua bulan lalu pada 10 November 2022.

    Sedangkan BUSD mengalami penurunan yang cukup parah. Berdasarkan laporan Forbes, stablecoin itu amblas hingga 40%.

    Zhao sendiri diketahui ikut berkontribusi pada keruntuhan FTX. Bulan November lalu, dia mengumumkan rencana menjual kepemilikan token FTX yang kemudian bernilai US$580 juta (Rp 9 triliun).

    Dia beralasan penjualan itu berdasarkan ‘fakta baru-baru ini yang terungkap’. Zhao juga diketahui akan menyelamatkan FTX namun akhirnya batal dengan alasan masalah perusahaan di luar kendali Binance untuk membantu.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Terungkap! Bos Binance Bantu Elon Musk Caplok Twitter

    (tib)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.