Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fintech RI Mau Go Public di AS, Ternyata Milik Eks Bos ISAT
    Insight News

    Fintech RI Mau Go Public di AS, Ternyata Milik Eks Bos ISAT

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Januari 2023Updated:10 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah perusahaan fintech asal Indonesia dilaporkan akan go public di Amerika Serikat. Ternyata startup itu milik mantan CEO Indosat, Alexander Rusli bernama DigiAsia.

    Di bursa Nasdaq, DigiAsia akan diperdagangkan dengan simbol FAAS. Perusahaan tersebut merupakan hasil merger antara DigiAsia Bios dengan StoneBridge yang merupakan SPAC (special purpose acquistion company).

    Merger itu bertujuan untuk memperkuat DigiAsia di wilayah Asia Tenggara. DigiAsia memiliki valuasi mencapai US$500 juta atau Rp 7,8 triliun, sebelum pendanaan tambahan (pre-money).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam perusahaan gabungan, seluruh pemegang saham setuju memasukkan seluruh ekuitas. Mastercard dan Reliance Capital Management jadi beberapa perusahaan yang tercatat sebagai pemegang saham.

    Setelah merger, perusahaan bisa mengakses dana tunai Stonebrige senilai US$200 juta. Perusahaan juga telah mendapatkan pinjaman dari Yorkville Advisor Global LP senilai US$100 juta atau Rp 1,5 triliun.

    DigiAsia merupakan perusahaan asal Indonesia yang didirikan pada 2017. Perusahaan itu bergerak di bidang penyedia solusi fintech dan perbankan tertanam. Alex menyatakan perusahaannya siap ekspansi ke beberapa wilayah, termasuk Asia Tenggara.

    Alex menambahkan IPO yang dilakukan diharapkan bisa membuat perusahaannya jadi pemimpin di industri dompet digital.

    “DigiAsia telah hadir di Indonesia dan berencana ekspansi segera ke Asia Tenggara, diikuti Timur Tengah dan Afrika Utara,” jelasnya.

    “Peningkatan modal lewat IPO dan eksekusi lanjutan akan menjadikan Dig sebagai pemimpin dalam dompet digital berlabel putih dan vertikal banking-as-a-service di wilayah ini”.

    Sejumlah perusahaan menjadi partner dari DigiAsia. Mulai dari WesternUnion, Bukalapak, Starbucks, Garuda Indonesia, Semen Indonesia, KaiPay, Fishery, dan Home Credit.

    [Dexpert.co.id]


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.