Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perhatian Capres Caleg 2024, Ada Kabar Baik dari Elon Musk
    Insight News

    Perhatian Capres Caleg 2024, Ada Kabar Baik dari Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Januari 2023Updated:8 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Twitter bakal kembali mengizinkan iklan berbau politik di platformnya. Hal ini membuka peluang bagi politisi yang hendak mencalonkan diri pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, untuk mempromosikan diri mereka lewat media sosial berlogo burung.

    Kebijakan Twitter untuk menampilkan iklan politik diumumkan melalui akun resmi Twitter Safety. “Kami berencana untuk melonggarkan perizinan iklan politik dalam beberapa minggu ke depan,” kata akun tersebut, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (5/1/2023).

    Lebih lanjut, Twitter Safety menjelaskan bahwa pihaknya akan menggodok kebijakan iklan politiknya, sesuai dengan kaidah yang dipegang media mainstream seperti televisi dan portal berita online.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan begitu, Twitter menegaskan akan tetap mengkaji dengan ketat iklan politik yang beredar demi melindungi penggunanya. “Kami akan membagikan informasi lebih lanjut soal kebijakan yang masih digodok ini,” begitu bunyi cuitannya

    Selain itu, Twitter juga bakal melonggarkan konten-konten iklan yang berhubungan dengan isu sosial. Misalnya terkait perubahan iklim, kesetaraan sosial, dan semacamnya.

    “Kami percaya bahwa iklan berbau isu sosial akan memfasilitasi diskusi publik tentang topik-topik penting,” tulis Twitter Safety.

    Diketahui, Twitter sebelumnya menyetop iklan berbau politik pada 2019 lalu. Di laman Twitter Business, ada bahasan khusus mengenai kebijakan tersebut.

    “Twitter melarang konten yang berhubungan dengan promosi politik. Keputusan ini kami buat karena kami percaya bahwa penyampaian pesan politik seharusnya diupayakan, bukan dibeli,” begitu bunyinya dan masih terpampang di situs Twitter Business sampai berita ini dibuat.

    Agaknya, pelonggaran izin iklan politik di Twitter dibuat demi menggenjot pendapatan. Pasalnya, platform yang dibeli Elon Musk pada akhir 2022 tersebut tengah berdarah-darah.

    Bahkan, Twitter masih menunggak bayar sewa kantornya di San Francisco. Kabar juga menyebut Twitter telah menutup kantornya di Seattle.

    Kebijakan ini tentu akan mengubah nuansa obrolan di Twitter. Apalagi, tahun 2023 ini merupakan tahun politik menyambut Pemilu 2024 mendatang. Bagaimana menurut Anda?

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Momen Unik Elon Musk Tenteng Wastafel ke Markas Twitter

    (tib)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.