Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satelit Mahasiswa RI Terbang ke Orbit Nebeng Roket Elon Musk
    Insight News

    Satelit Mahasiswa RI Terbang ke Orbit Nebeng Roket Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Januari 2023Updated:6 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Satelit buatan Indonesia, Surya Satelitte 1 terbang menuju LEO (Low Earth Orbit) dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pelepasan itu terjadi pada Jumat (6/1/2023) pukul 15:01 WIB

    Nampak dari Kibo Mission Control Room yang disiarkan JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency), satelit dilepaskan dari ISS dan meluncur menuju LEO pada Jumat (6/1/2023). Tak berselang lama proyek tersebut dinyatakan sukses.

    Surya Satellite-1 (SS-1) akan beroperasi di ketinggian 400-420 km di atas permukaan bumi dan sudut inklinasi 51,7 derajat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Satelit itu menggunakan modul deployer (Modul JSSOD) milik Jaxa. SS-1 berbentuk satelit nano atau cubesat berukuran 10 x 10 x 11,35 cm dengan berat 1 hingga 1,3 kg.

    Sebelumnya satelit Surya lepas landas dari Kennedy Space Center Florida Amerika Serikat (AS) pada pada 26 November 2022 pukul 02:20 siang EST atau 27 November 2022 pukul 02:20 WIB.

    Satelit itu meluncur dari Bumi dengan menumpang roket Falcon 9 CRS-26 dari SpaceX. Saat itu satelit SS-1 sampai di stasiun internasional pada 27 November 2022.

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan SS-1 adalah Automatic Packet Reporting System. Satelit akan berfungsi sebagai media komunikasi dengan satelit berbentuk teks singkat.

    Teknologi dalam satelit akan diperuntukkan untuk kebutuhan Radio Amatir (ORARI). Selain itu juga berfungsi sebagai komunikasi dan deteksi kebencanaan.

    SS-1 dikembangkan oleh tujuh orang mahasiswa yang sekarang sudah menjadi alumni dari Surya University. Pengembangannya didukung dan supervisi ahli dari Pihak Pusat Riset Teknologi.

    Selain itu, United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) juga ikut berperan dalam peluncuran serta pelepasan SS-1.

    Proyek ni juga hasil kerja sama dari United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

    [Dexpert.co.id]

    (npb)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.