Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Avatar Habiskan Rp 5,45 T, 6 Teknologi Ini Bikin Pandora Beda
    Insight News

    Avatar Habiskan Rp 5,45 T, 6 Teknologi Ini Bikin Pandora Beda

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Januari 2023Updated:2 Januari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setelah 13 tahun dari film pertamanya, James Cameron memboyong Avatar: The Way of Water ke layar lebar mulai bulan Desember 2022 lalu. Sang sutradara kawakan memoles film barunya itu menggunakan enam teknologi keren.

    Avatar 2 bercerita soal Jake Sully (Sam Worthington) dan Neytiri (Zoe Saldana) yang telah memiliki keluarga dan berusaha untuk tetap bersama dalam keadaan apapun. Bersama anak-anaknya, mereka memutuskan pindah ke sisi lain Pandora untuk menjaga keselamatan keempat buah hatinya dan anggota suku Omaticaya dari ancaman manusia.

    Sejumlah gambar cantik dari Pandora dihadirkan Cameron untuk film Avatar 2. Termasuk penampakan hutan, dan alam bawah laut planet tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Studio yang membiayai pembuatan Avatar 2, Disney dan 20th Century Fox, tidak mempublikasikan anggaran produksi film tersebut. Menurut Variety, Disney menghabiskan hingga US$350 juta untuk mendukung visi James Cameron.

    Ternyata, dengan biaya sebesar itu, Avatar 2 masih bukan jadi film termahal sepanjang sejarah. Sampai saat ini, Pirates of the Caribbean: On Strangers Tides masih menjadi film termahal dengan banderol US$379 juta, diikuti oleh Avengers: Age of Ultron (US$365 juta), dan Avengers: Endgame (US$356 juta).

    Selain teknologi CGI, semua film produksi Disney tersebut mahal karena biaya gaji aktor dan aktrisnya. Untuk Avatar 2, bukan hanya soal anggaran. Film ini juga membutuhkan waktu yang sangat panjang hingga selesai. Penyebabnya, Cameron menggunakan sejumlah teknologi canggih yang ia kembangkan khusus untuk merealisasikan Pandora.

    Lalu, teknologi canggih apa saja yang membuat biaya Avatar 2 begitu mahal?

    Berikut rangkumnya, dari News 18, Senin (2/1/2022):

    1. CGI

    CGI digunakan habis-habisan di Avatar. Cameron akan mengarahkan kamera ke aktor saat syuting dan hasilnya mereka dilihat sebagai avatar, seperti dilaporkan oleh Nerdo. Ini semua terjadi secara real-time.

    2. Simul-cam

    Gerakan semua aktor direkam secara real-time dalam versi digital mereka dengan latar digital juga. Ini membuat tampilan di dunia Avatar lebih realistis karena sutradara dapat mengarahkan langsung adegan dalam proses syuting, tanpa harus menunggu proses pasca-produksi.

    3. Media Digital Animasi

    Tim, termasuk Cameron dan puluhan seniman di dalamnya, mengirimkan karya mereka ke gambar seperti foto asli. Ini semua dilakukan dalam waktu satu tahun dengan besaran ruang hard drive mencapai 1.000 terabyte atau 1 petabyte.

    Mereka menghabiskan waktu untuk memperhatikan elemen, dari bebatuan dan pohon hingga daun kecil. Masing-masing elemen dibuat degan metode seperti bayangan hingga pencahayaan.

    4. Headset Pengenal Wajah

    Seluruh aktor yang terlibat menggunakan perlengkapan kamera yang dipasang di kepala. Perangkat ini akan menangkap penampilan mereka.

    Teknologi tersebut untuk mengambil foto digital berkualitas tinggi dari wajah para aktor. Ekspresi wajah para karakter dihasilkan komputer ditangkap dalam gerakan penuh dengan cara ini.

    5. Perubahan Pengganti Komponen Fungsional

    Penggantian dialog tambahan atau additional dialogue replacement (ADR) biasanya dilakukan saat sutradara melihat perlu memperkenalkan dialog atau membuatnya eksplisit. Namun ini membuat gerakan bibir tidak sesuai dengan kata yang diucapkan. Para pembuat film akhirnya menggunakan beberapa cara seperti mengambil sudut lebar atau gambar kepala dari belakang.

    Namun Cameron menemukan cara baru untuk menggunakan ADR. Selain juga dengan pemindaian wajah dengan gambar yang sudah ada. Jika ada dialog atau ekspresi yang ingin diubah di tahap pasca-produksi, Cameron tidak harus menggelar pengambilan gambar ulang. Cukup direvisi secara digital.

    6. Sistem Kamera Fusi 3D

    Cameron telah menggunakannya pada 2003 dalam Ghosts of the Abyss. Pada akhirnya banyak pembuat film yang mengadopsinya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.