Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Simak! Menkes Ungkap Nasib PeduliLindungi Usai PPKM Dicabut
    Insight News

    Simak! Menkes Ungkap Nasib PeduliLindungi Usai PPKM Dicabut

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Januari 2023Updated:2 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan nasib aplikasi PeduliLindungi setelah Presiden Joko Widodo mencabut aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Desember 2022 lalu. Dia memastikan aplikasi itu akan terus digunakan.

    Menkes menjelaskan, saat ini pemerintah sudah menyiapkan payung strategi untuk integrasi satu data pemerintah.

    “Di mana data ini akan masuk menjadi satu data, data kesehatan, data keuangan, data sosial, data sumber daya alam. Kami adalah subsektornya, kami bikin sistem Satu Sehat,” katanya

    Sehingga nantinya semua fasilitas seperti puskesmas, klinik, apotek, hingga laboratorium harus mengintegrasikan datanya di program Satu Sehat. Termasuk Peduli Lindungi yang akan digunakan sistemnya pada program itu.

    “Nanti PeduliLindungi akan kita transformasikan ke platform Satu Sehat, di mana teman-teman yang sudah punya bisa download dan pakai. Cuma fungsinya tidak hanya untuk vaksin dan scanning saja, tapi bisa tahu imunisasi anak kita apa saja, misalnya cek darah di laboratorium contohnya Prodia bisa masuk datanya ke situ,” kata Budi Gunadi.

    Bahkan ketika general check up datanya bisa masuk dalam program itu, termasuk data rekam seperti CT Scan, MRI, resep obat hingga kegiatan masyarakat.

    “Kalau kita pakai Apple Watch atau Samsung Watch masuk sehingga terintegrasi dan menjadi milik individu,” katanya.

    Nantinya sistem Satu Sehat ini bisa dimiliki masyarakat dan bisa ditunjukkan ke dokter. Tujuannya supaya jelas rekap kesehatan per individu beberapa tahun terakhir.

    “Check up ada (sakit) ususnya karena suka sakit perut, suka beli obat sakit perut, jadi dokternya akan jauh lebih cepat tahu. Ini juga nanti bisa digunakan pemda oleh dinas kesehatan untuk memahami population health juga, sehingga intervensi lebih pas,” tuturnya.

    Nantinya sistem satu sehat ditargetkan rampung dan sudah terintegrasi pada akhir 2023, sehingga pada 2024 bisa dimanfaatkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Menkes Beberkan Kesiapan RI ‘Perangi’ Wabah Cacar Monyet

    (Sumber: CNBC.com )


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.