Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga RI Rasakan Sendiri, Nasib Bumi Sudah di Ujung Tanduk
    Insight News

    Warga RI Rasakan Sendiri, Nasib Bumi Sudah di Ujung Tanduk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Desember 2022Updated:1 Januari 2023Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia sedang menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang bisa bisa menimbulkan berbagai bencana, dari longsor sampai banjir. Kondisi ini adalah salah satu dampak dari krisis perubahan iklim, yang menurut ilmuwan, saat ini sudah ada di momen paling suram.

    Johan Rockström ilmuwan ternama asal Swedia, mengatakan bumi tengah menghadapi perubahan ekstrem dalam waktu yang singkat.

    Untuk itu Rockström mengatakan sangat penting bagi manusia untuk sensitif terhadap berbagai kabar tentang kondisi iklim.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Makin dalam kita jatuh ke dalam jurang risiko yang gelap, semakin kita harus berusaha untuk keluar dari lubang itu. Bukannya kita tidak tahu apa yang harus dilakukan – tapi kita tidak melakukan apa yang perlu,” ujarnya dikutip dari unggahan Instagram The Guardian, Selasa (1/11/2022).

    Warga RI bakal merasakan sendiri salah satu dampak dari perubahan iklim yang masif. BMKGtelah memberikan peringatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia yang bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi.

    Dampak yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem hujan lebat adalah volume aliran sungai meningkat drastis sehingga dapat mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang.

    Selain itu, besar kemungkinan hujan lebat tersebut mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah, terutama di daerah-daerah dataran tinggi dan lereng perbukitan dan gunung.




    Foto: Foto udara bagian depan Lapisan Es Getz setinggi 200 kaki (60 meter) dengan retakan, di Antartika. (NASA/Handout via REUTERS)

    Tanda ancaman perubahan iklim

    Dampak perubahan iklim memang makin lama makin meluas dan berdampak besar. Tidak hanya di Indonesia, berbagai berita dari seluruh belahan dunia sepanjang 2022 menunjukkan Bumi sedang dalam bahaya akibat perubahan iklim

    1. Pemanasan global sulit dihentikan

    PBB mengatakan sudah tidak ada lagi cara yang bisa membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celcius. Menurut badan lingkungan PBB, satu-satunya cara untuk membatasi dampak terburuk dari krisis iklim adalah transformasi besar-besaran.

    Hanya karena kenaikan suhu global 1 derajat Celcius yang terjadi saat ini saja, bencana iklim sudah terjadi di seluruh dunia, mulai dari Australia hingga Venezuela.

    2. Kurangnya komitmen dunia

    Menurut PBB, komitmen pemerintah global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 tidak cukup. Jika mengikuti komitmen tersebut, pemanasan global mencapai 2,5 derajat Celcius.

    3. Penguin kaisar punah




    Penguin di Antartika (Alexandre Meneghini/Reuters)Foto: Penguin di Antartika (Alexandre Meneghini/Reuters)

    Penguin kaisar secara resmi telah masuk hewan yang terancam punah. Burung perenang yang hidup di Antartika ini diperkirakan lenyap pada akhir abad ini karena es laut di Kutub Selatan mencair dengan cepat sebagai akibat dari pemanasan global yang disebabkan oleh manusia.

    4. Puncak gas rumah kaca

    Tingkat ketiga gas rumah kaca di atmosfer telah mencapai rekor tertinggi. Para Ilmuwan telah memperingatkan dunia sedang menuju ke arah yang melenceng, yaitu tingkat atmosfer dinitrogen oksida, karbon dioksida dan metana melonjak.

    Namun, laju kenaikan emisi karbon global dari energi berpotensi mencapai puncaknya pada tahun 2025 jika pemerintah di seluruh dunia meneruskan kebijakan peralihan ke bahan bakar bersih, yang kini dilakukan untuk merespons dampak invasi Rusia ke Ukraina ke pasokan bahan bakar fosil.

    Menurut analisis oleh Badan Energi Internasional, ini berarti, emisi bahan bakar fosil akan berhenti meningkat.

    5. Perusahaan minyak panen duit

    Di sisi lain, kondisi geopolitik justru dinikmati oleh perusahaan produsen bahan bakar fosil. Perusahaan minyak, misalnya, bergantian mencatatkan rekor pendapatan.

    6. Dana iklim tak jelas ke mana




    People are silhouetted as they cool off in water fountains in a park as hot summer temperatures hit Paris, France, July 2019 REUTERS/Pascal RossignolFoto: Gelombang Panas Ekstrem di Eropa (REUTERS/Pascal Rossignol)

    Dana krisis iklim tidak menjangkau negara-negara yang membutuhkan, menurut pejabat senior di PBB. Pada tahun 2009, negara-negara kaya berjanji untuk memberikan negara berpenghasilan rendah US$10 miliar per tahun pada 2020 untuk beradaptasi dengan krisis iklim.

    Namun, Kepala Kemanusiaan PBB mengatakan dia tidak tahu ke mana uang yang dijanjikan ini pergi, dan telah menyerukan transparansi seputar pendanaan iklim.

    7. Anak hidup dengan panas ekstrem

    Pada tahun 2050, hampir semua anak di Bumi akan lebih sering menghadapi gelombang panas. Laporan Unicef baru saja menemukan bahwa dalam skenario kasus, dua miliar anak akan menghadapi 4-5 peristiwa panas berbahaya setiap tahun.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kondisi Bumi Makin Panas dan Gerah, Manusia Terancam Punah

    (dem/dem)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.