Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Tunggu Demam, Dua Gejala Awal Covid Sering Diabaikan
    Insight News

    Jangan Tunggu Demam, Dua Gejala Awal Covid Sering Diabaikan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Desember 2022Updated:26 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada dua gejala Covid-19 yang menandakan seseorang terkena varian omicron. Namun, demam yang kerap jadi gejala umum mereka yang terkena Covid-19 bukan termasuk salah satunya.

    Salah satu gejala yang terjadi pada pasien omicron kelelahan. Namun kelelahan yang dirasakan pun bukan lelah biasa namun hingga menyebabkan nyeri pada tubuh seperti nyeri atau lemah otot, sakit kepala, hingga penglihatan kabur dan kehilangan nafsu makan.

    Kelelahan juga ternyata jadi gejala utama omicron saat varian muncul di Afrika Selatan. Ini dilaporkan oleh praktisi dan ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Angelique Coetzee.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berdasarkan jajak pendapatan WebMD, 40% wanita melaporkan merasa kelelahan karena Covid-19. Angka tersebut berbanding sepertiga dari pria, dikutip dari The Independent, Senin (26/12/2022).

    Zoe Covid juga menemukan gejala kelelahan pada pasien Covid-19. Rasa lelah itu bahkan dilaporkan dapat mempengaruhi aktivitas seseorang dan muncul saat hanya melakukan tugas kecil.

    Bukan hanya itu, kelelahan juga membuat pasien sulit berkonsentrasi atau mengingat. Gejala itu biasanya disebutkan sebagai kabut otak.

    Gejala lainnya yang mungkin dirasakan oleh pasien varian omicron adalah pusing atau pingsan. Hubungan pusing dan Covid-19 ditemukan dalam sebuah laporan dari Jerman.

    Dokter di Berlin menemukan Covid-19 memicu gejala pusing berulang pada pasien berusia 35 tahun yang dirawat di rumah sakit.

    Para dokter menemukan adanya ‘hubungan yang jelas’ antara infeksi dan pingsan, demikian dilaporkan surat kabar Jerman Arztezeitung.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Simak Biar Paham, Beda Sakit Tenggorokan Biasa dan Omicron


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.