Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Mundur! Cari Orang Bodoh yang Mau Jadi CEO Twitter
    Insight News

    Elon Musk Mundur! Cari Orang Bodoh yang Mau Jadi CEO Twitter

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Desember 2022Updated:25 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk mundur dari posisinya sebagai CEO Twitter. Langkah ini diambil setelah mayoritas pengguna Twitter ingin ia berhenti memimpin perusahaan media sosial miliknya tersebut.

    “Saya akan mengundurkan diri sebagai CEO Twitter setelah menemukan orang yang cukup bodoh untuk menerima pekerjaan ini. Setelah itu, saya hanya akan memimpin tim software dan server,” katanya di Twitter, Rabu (21/12/2022).

    Tweet tersebut ditulis dalam utas polling Twitter yang diposting Elon Musk pada akhir pekan lalu. Di situ, Musk memberikan dua pilihan untuk para pengguna Twitter: dia mundur atau tetap jadi CEO.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hasil polling menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna Twitter, yaitu 57,5% ingin dia mundur. 

    [Gambas:Twitter]

    Sebelumnya, Musk pernah menjawab pertanyaan seorang pengguna tentang rencananya mundur dari Twitter. Secara tegas, Musk menjawab bahwa dia belum menunjuk CEO pengganti.

    “Berdasarkan pertimbangan Musk dan beberapa analis, tindakan drastis diperlukan untuk merombak model bisnis Twitter. Ada argumen, tanpa Musk sebagai CEO, akan sulit untuk menemukan seseorang yang cukup berani untuk mengubah arah Twitter,” kata analis di Hargreaves Lansdown, Sophie Lund-Yates.

    Polling soal pengunduran dirinya dirilis Musk setelah berbagai kontroversi selama masa kepemimpinannya, termasuk suspensi akun milik jurnalis yang diprotes keras oleh media massa dan otoritas Eropa.

    Twitter kemudian juga memblokir akun yang mempromosikan media sosial lain seperti Facebook dan Mastodon. Langkah ini dinilai “tidak masuk akal” oleh pendiri Twitter yang setia mendukun Musk, Jack Dorsey.

    Kini, tweet soal larangan promosi tersebut telah dihapus. Twitter menggantinya dengan polling soal kebijakan pemblokiran.

    Fokus Elon Musk di Twitter juga membuat para pemegang saham Tesla gerah. Pasalnya, dia juga sedikit demi sedikit melepaskan kepemilikan di produsen mobil listrik tersebut.

    Dilansir dari Reuters, Kamis 15/12/2022), Elon beberapa kali menjual saham Tesla, setelah dia membeli Twitter senilai US$ 44 miliar atau sekitar Rp 660 triliun pada Oktober 2022 lalu. Tidak jelas apakah langkah Elon menjual saham Tesla ini berkaitan dengan akuisisi Twitter. Namun muncul anggapan Elon saat ini mengalihkan fokus usahanya dari Tesla ke Twitter.

    “Ini situasi yang tidak baik. Saya telah berbicara ke banyak investor pemegang saham Tesla, dan mereka sangat marah kepada Elon,” ujar Tony Sycamore, Analis dari IG Markets.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Momen Unik Elon Musk Tenteng Wastafel ke Markas Twitter

    (dem/dem)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.