Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kenali Dua Modus Bobol Rekening Lewat HP, Awas Terkuras
    Insight News

    Kenali Dua Modus Bobol Rekening Lewat HP, Awas Terkuras

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Desember 2022Updated:22 Desember 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Upaya menguras mobile banking masih sering terjadi. Masyarakat perlu berhati-hati dengan banyaknya modus yang digunakan oleh para pelaku kejahatan.

    Pertama, modus sniffing, yang merupakan tindak kejahatan oleh hacker dengan menggunakan internet. Modus ini untuk mencuri data dan informasi penting seperti username, password m-banking, informasi kartu kredit, hingga password email.

    Salah satu contohnya adalah pelaku akan berpura-pura menjadi kurir paket. Mereka akan memberikan informasi palsu melalui WhatsApp, dan membuat tampilan bentuk file yang disebutnya sebagai foto untuk dibuka. Ternyata foto tersebut adalah sebuah aplikasi berbahaya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    File APK yang dikrimkan ini, jika diunduh akan melakukan sniffing atau mengambil data dan informasi di ponsel korban secara ilegal yang digunakan untuk mengambil alih dan menguras rekening.

    Tips menghindarinya yakni jangan sembarangan unduh file yang dikirim melalui SMS, WhatsApp atau Email. Cek keaslian telepon, SMS atau WhatsApp jika ada call center perusahaan yang menghubungi.

    Dan terakhir, unduh aplikasi resmi di Apps Store dan Play Store atau aplikasi perusahaan.

    Modus Soceng

    Selain Sniffing, ada juga modus social engineering atau soceng. Pelaku mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan dengan cara mengelabui atau memanipulasi korbannya.

    “Soceng menggunakan manipulasi psikologis, dengan memengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media yang persuasif dengan cara membuat korban senang atau panik sehingga korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku,” jelas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

    Dari modus ini, pelaku dapat mengetahui data pribadi seperti user name aplikasi, password, PIN, MPIN, kode One Time Password atau OTP, serta nomor kartu ATM, debit ataupun kredit. Pelaku juga biasanya akan meminta informasi seperti CVV/CVC dan juga nama ibu kandung.

    OJK juga menjelaskan terdapat empat modus soceng yang digunakan pelaku. Simak informasinya berikut:

    1. Info Perubahan Tarif Transfer Bank

    Modus ini pelaku akan menyamar sebagai pegawai bank. Mereka akan menginformasikan adanya perubahan tarif transfer pada korban.

    Korban diminta mengisi link formulir yang meminta data pribadi, seperti PIN, OTP, dan password.

    2. Tawaran Jadi Nasabah Prioritas

    Modus lainnya menawarkan upgrade jadi nasabah prioritas. Korban akan diminta memberikan data pribadi seperti nomor ATM, PIN, OTP, nomor CVV/CVC, dan password.

    3. Akun Layanan Konsumen Palsu

    Untuk modus ini, penipu membuat media sosial palsu mengatasnamakan sebuah bank. Mereka akan muncul saat masyarakat menyampaikan keluhan layanan bank tersebut.

    Mereka akan menawarkan bantuan menyelesaikan keluhan tersebut. Masyarakat akan diarahkan pada website palsu atau meminta nasabah memberi data pribadi.

    4. Tawaran Jadi Agen laku Pandai

    Terakhir adalah modus menawarkan menjadi jasa agen laku pandai tanpa syarat yang rumit. Nasabah akan diminta mengirimkan sejumlah uang agar mendapatkan mesin EDC.

    OJK mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan data pribadi pada mereka yang mengaku sebagai pegawai bank. Masyarakat juga diminta untuk menggunakan aplikasi asli dan menghubungi layanan resmi bank atau lembaga jasa keuangan.

    [Dexpert.co.id]

    (npb)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.