Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga Bumi, India Ramal Krisis Keuangan Baru Segera Datang
    Insight News

    Warga Bumi, India Ramal Krisis Keuangan Baru Segera Datang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Desember 2022Updated:21 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – India memperingatkan dunia bahwa krisis keuangan baru akan segera datang. Ini dipicu pasar kripto.

    Menurut Gubernur Bank India Shaktikanta Das, keruntuhan FTX merupakan buktinya. FTX sendiri merupakan perusahaan penukaran kripto senilai US$ 32 miliar yang tiba-tiba mengajukan kebangkrutan November lalu dan menyeret pendirinya Sam Bankman-Fried ke tuduhan penipuan.

    “Bukti dari risiko inheren sektor tersebut,” tegasnya dimuat AFP, Rabu (21/12/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Komentar ini ia ucapkan di sebuah acara industri di negeri itu. Ia merujuk jutaan pemilik kripto di India, yang sudah terhuyung-huyung akibat keruntuhan pasar global dan pajak domestik yang tinggi.

    “Tidak seperti produk lain, perhatian utama kami tentang kripto adalah bahwa ia tidak memiliki (nilai) dasar apa pun,” kata tegasnya.

    “Pandangan kami adalah bahwa itu harus dilarang karena … jika Anda mencoba untuk mengaturnya dan membiarkannya tumbuh, harap tandai kata-kata saya: krisis keuangan berikutnya akan datang dari mata uang kripto swasta,” ujarnya.

    Di India sendiri, kripto telah berada di bawah pengawasan regulator sejak pertama kali memasuki pasar lokal hampir satu dekade lalu. Dengan meningkatnya transaksi penipuan yang menyebabkan larangan bank sentral pada tahun 2018.

    Mahkamah Agung India mencabut pembatasan dua tahun kemudian. Hal tersebut membuat pasar melonjak, didukung oleh platform perdagangan lokal yang sedang berkembang serta dukungan selebriti.

    Tetapi pengenalan pajak 30% atas keuntungan dari perdagangan “mata uang pribadi” di negeri itu mengakibatkan volume perdagangan menyusut. Bahkan hingga sepersepuluh dari ukuran sebelumnya.

    Sementara itu, Reserve Bank of India tahun ini memperkenalkan rupee digitalnya berdasarkan teknologi blockchain. Itu dimaksudkan untuk menurunkan biaya transaksi komersial karena ekonomi India menjadi kurang bergantung pada mata uang kertas.

    Bulan lalu, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyerukan peningkatan regulasi mata uang swasta untuk membasmi pendanaan terorisme. Modi juga mengatakan tahun lalu bahwa mata uang kripto, Bitcoin, menghadirkan risiko bagi “generasi muda dan dapat merusak masa muda jika berakhir di tangan yang salah”.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Shopee PHK dan Tutup di Mana-Mana, Biang Keroknya di India

    (sef/sef)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.