Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Influencer Goreng Saham Berjemaah Raup Rp1,56 T, Masuk Bui
    Insight News

    Influencer Goreng Saham Berjemaah Raup Rp1,56 T, Masuk Bui

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Desember 2022Updated:16 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sekelompok influencer terpaksa diseret ke meja hijau atas kasus penipuan saham di Amerika Serikat.

    Aksi penipuan tersebut, dilakukan oleh 7 orang dengan dibantu oleh satu orang influencer lain. Aksi mereka berhasil meraup lebih dari US$100 juta.

    Tuntutan dilayangkan oleh Komisi Perdagangan Saham Amerika Serikat (AS).
    CNBC International melaporkan bahwa tuntutan kepada para influencer dilayangkan oleh Komisi Perdagangan Saham (SEC) dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka dituduh menggunakan media sosial untuk memanipulasi harga saham sejak Januari 2020, demikian dikutip Jumat (16/12/2022).

    Lewat Twitter dan Discord, para influencer mempromosikan diri mereka sebagai trader sukses dan mendorong para pengikut akun mereka untuk membeli saham yang mereka beli.

    Namun, mereka tidak mengungkapkan ke pengikut mereka bahwa mereka berencana menjual saham tersebut setelah kenaikan harga atau volume. Secara total, profit para influencer dari “menggoreng” saham mencapai US$100 juta atau sekitar Rp 1,56 triliun.

    Setiap terdakwa memiliki lebih dari 100.000 follower di Twitter. Salah satu influencer, @PJ_Matlock, yang dikelola oleh pria asal Texas Perry Matlock, menyebut dirinya sebagai CEO Atlas Trading. AKun lainnya adalah Edward Constantinescu aka Edward Constantin (@MrZackMorris), Thomas Cooperman (@ohheytommy), Gary Deel (@notoriousalerts), Mitchell Hennessey (@Hugh_Henne), Stefan Hrvatin (@LadeBackk) dan John Rybarcyzk (@Ultra_Calls).

    Daniel Knight (@DipDeity) dijerat SEC karena membantu para terdakwa. Salah satunya, sebagai co-host podcast yang mempromosikan salah satu terdakwa utama.

    Profil Twitter para terdakwa mencantumkan disclaimer pada Rabu, yang sepertinya bertujuan untuk mengantisipasi masalah hukum. Contohnya, akun Constantinescu menyatakan “Semua tweet saya hanya opini. Saya bukan penasihat finansial”.

    [Dexpert.co.id]

    (dem/dem)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.