Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kripto ‘Meledak’ di RI Buat Sri Mulyani Terima Banyak Aduan
    Insight News

    Kripto ‘Meledak’ di RI Buat Sri Mulyani Terima Banyak Aduan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Desember 2022Updated:15 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perkembangan investasi aset kripto di Indonesia cukup signifikan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan mengibaratkan perkembangan investasi aset digital ini seperti bom waktu yang ‘meledak’.

    Sri Mulyani menjelaskan, secara historis Indonesia telah menghadapi berbagai guncangan, mulai dari krisi keuangan global pada 2008-2009, krisis karena pandemi Covid-19. Kemudian sekarang, gejolak ekonomi di tanah air diwarnai dengan disrupsi teknologi, terutama dalam investasi aset digital.

    Meledaknya masyarakat untuk berinvestasi di aset kripto bahkan membuat bendahara negara ini menerima banyak aduan. Sri Mulyani terkejut karena volatilitas yang tidak stabil.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kripto market yang beberapa bulan atau setahun terakhir semua mengirim WhatsApp (WA) ke saya, kripto boom. Jumlahnya yang tadi hanya ratusan miliar jadi triliunan. Tiba-tiba bust (dalam) semalam. Itu masalah tata kelola,” jelas Sri Mulyani dalam Acara Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Kementerian Keuangan kemarin, dikutip Rabu (14/12/2022).

    Kementerian Keuangan pernah menyampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XI, bahwa minat masyarakat di tanah air untuk berinvestasi kripto cukup tinggi, pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investor pasar modal.

    Jumlah investor kripto di tanah air mencapai 15,1 juta pada Juni 2022, lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah investor pasar modal yang hanya mencapai 9,1 juta pada periode yang sama.

    Sementara dari sisi nilai transaksi, sepanjang tahun 2021 tercatat nilai transaksi saham sebanyak Rp 3.302,9 triliun, dan nilai transaksi kripto aset sebanyak Rp 854,9 triliun.

    Adapun pemerintah berhasil mengantongi penerimaan sebesar Rp 339,71 miliar yang berasal dari pajak kripto dan fintech (P2P lending), sejak Juni hingga Oktober 2022.

    Penerimaan negara yang sebesar Rp 339,71 miliar itu, sebesar Rp 148,6 miliar berasal dari pajak P2P lending dan sebesar Rp 191,11 miliar berasal dari pajak kripto.

    Menurut Sri Mulyani, perkembangan aset digital ini yang kemudian menjadi tantangan para pengambil kebijakan dalam mengatur perekonomian di tanah air. Dia berharap adanya disrupsi teknologi ini tak sampai membuat pasar keuangan di tanah air terganggu.

    “Yang saya sampaikan di sini adalah, kita sebagai pengelola keuangan negara dan seluruh penyelenggara negara, dunia akan dihadapkan dengan guncangan-guncangan yang kita tidak memiliki kontrol 100%. Di dalam setiap guncangan, di situ pasti terjadi krisis,” jelasnya.

    Guncangan atau ancaman lain seperti climate change atau perubahan iklim, juga turut menjadi tantangan pemerintah. Ada juga ancaman demografi serta geopolitik yang menurutnya bisa mempengaruhi krisis pangan dan energi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    BU! Rumah Mewah Bandar Kripto Dijual Mendesak & Secepatnya

    (cap/cap)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.