Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Foto Satelit ‘Proyek Gila’ MBS yang Tak Tampak di Google Maps
    Insight News

    Foto Satelit ‘Proyek Gila’ MBS yang Tak Tampak di Google Maps

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Desember 2022Updated:15 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembangunan kota proyek ambisius Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS), The Line mulai terlihat. Sayangnya kita tak bisa melihat pengembangannya lewat internet, termasuk di Google Maps.

    Foto penampakan The Line didapatkan oleh agregator citra satelit Australia Soar Earth. Area tersebut mulai menunjukkan pembangunan yang aktif dan beberapa titik telah digali jauh di permukaannya, dikutip Futurism, Rabu (14/12/2022).

    CEO dan pendiri Soar Earth, Amir Farhand menegaskan citra satelit itu tidak tersedia untuk umum. Namun ini jadi pertanyaan para ahli yang mengapa citra tersebut tidak muncul di raksasa penyedia citra seperti Maxar Technologies.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jika tidak ada gambar yang didapatkan di daerah yang sedang mengalami investasi ekonomi cepat, sesuatu mencurigakan sedang terjadi,” kata profesor geografi di Oregon State University, Jamon Van Den Hoek.

    Sementara itu berdasarkan citra satelit, diperkirakan 26 juta meter kubik tanah dan batu telah digali sejak konstruksi The Line dimulai. Gambar menunjukkan 425 kendaraan penggalian bekerja dalam satu bagian proyek.




    Foto: dok SOAR
    Foto satelit proyek ambisius MBS di Arab Saudi, The Line, di kota Neom.

    Terlihat juga pangkalan konstruksi terdekat mencakup 2 mil. Ini menampilkan beberapa kolam renang, lapangan sepak bola dan ladang berisi tenaga surya.

    The Line merupakan kota berbentuk seperti bangunan yang memanjang. Nilai proyeknya mencapai US$500 miliar dan dapat menampung hingga 9 juta orang di tengah gurun.

    Proyek ambisius itu juga dikabarkan mengorbankan anggota komunitas suku setempat. Mereka dipaksa memberi ruang untuk proyek, yang pada akhirnya membuat beberapa terkena hukuman mati.

    Selain itu, sejumlah kritikus menyebut gedung pencakar langit raksasa sebagai proyek mercusuar. Mereka juga memperkirakan tidak akan bisa memenuhi janji-janji yang tinggi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Wanita Arab Saudi Divonis 34 Tahun Penjara Cuma Karena Tweet


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.