Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Oksigen ‘Diramal’ Lenyap dari Bumi, Bagaimana Nasib Manusia?
    Insight News

    Oksigen ‘Diramal’ Lenyap dari Bumi, Bagaimana Nasib Manusia?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Desember 2022Updated:14 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Para ilmuwan memperkirakan di masa depan Bumi akan rendah oksigen. Bahkan disebutkan atmosfernya lebih banyak metana.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun kejadian ini mungkin baru terjadi satu miliar tahun atau lebih. Menurut sebuah penelitian, jika ada perubahan data kemungkinan hilangnya oksigen akan lebih cepat.

    Artikel Science Alert tahun 2021 lalu menuliskan jika itu yang terjadi maka Bumi akan kembali pada keadaan Great Oxidation Event (GOE). Peristiwa tersebut terjadi pada 2,4 miliar tahun lalu.

    Para peneliti menjelaskan deoksigenasi atmosfer, dengan penurunan O2, akan dipicu sebelum dimulainya rumah kaca yang lembab di sistem iklim Bumi. Selain itu akan terjadi sebelum air di permukaan menghilang dari atmosfer.

    “Saat itu terjadi maka akan menjadi akhir dari perjalanan umat manusia dan makhluk hidup yang bergantung dengan oksigen,” demikian artikel itu seperti dikutip Rabu (14/12/2022).

    Kesimpulan para peneliti berasal dari model perinci biosfer Bumi. Ini memperhitungkan perubahan kecerahan Matahari serta penurunan tingkat karbondioksida akibat gas dipecah karena peningkatan tingkat panas.

    Dengan keadaan karbondioksida yang lebih sedikit, artinya organisme fotosintesis juga lebih sedikit.

    “Penurunan oksigen sangat sangat ekstrem,” kata ilmuwan Bumi dari Institut Teknologi Georgia Chris Reinhard awal tahun lalu. “Kita berbicara sekitar satu juta kali lebih sedikit oksigen dibandingkan saat ini”.

    Berdasarkan perhitungan dari Reinhard dan ilmuwan lingkungan Kazumi Ozaki, Bumi yang kaya oksigen akan berakhir 20-30% dari umur planet. Meski kehidupan manusia berakhir, para mikroba tetap akan hidup.

    Ozaki menjelaskan nantinya akan ada peningkatan metana pada atmosfer. Selain itu Co2 rendah dengan tidak ada lapisan ozon.

    “Sistem Bumi mungkin akan menjadi dunia dengan bentuk kehidupan anaerobik,” ungkapnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Peneliti: Makhluk Hidup di Bumi Punah 100 Kali Lebih Cepat

    (npb/npb)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.