Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK, Investor Kapok Tanam Modal di Startup RI?
    Insight News

    Badai PHK, Investor Kapok Tanam Modal di Startup RI?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Desember 2022Updated:7 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – East Ventures, perusahaan modal ventura, optimistis dengan pertumbuhan perusahaan rintisan atau startup di tahun depan, meskipun kini tengah terjadi badai PHK massal.

    Partner East Ventures Melisa Irene mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara punya cukup kekuatan untuk bertahan. Salah satunya, adalah di sektor konsumer. 

    Karena Indonesia adalah pasar kedua terbesar di Asia Tenggara, daya tarik untuk investasi di startup di Indonesia juga masih tinggi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut Melisa, setiap investor akan memperhatikan kira-kira negara mana yang tidak terdampak akibat ekonomi digital saat melakukan pendanaan.

    Asia Tenggara muncul sebagai salah satu negara yang cukup menjanjikan, dan tentunya Indonesia akan mengambil bagian sebanyak 60% di wilayah itu.

    “Saya pikir opportunity nya akan ada dan ini mungkin akan menjadi environment-nya akan terbentuk,” kata Melisa dalam acara Open Book East Ventures, di Jakarta.

    Sementara soal PHK massal, dari kaca mata investor Melisa menilai kejadian ini sebagai koreksi pasar. Karena selama dua tahun belakangan ada perubahan kebiasaan dari masyarakat. Ia pun menyayangkan PHK harus terjadi di startup teknologi.

    “Tapi harapannya perusahaan-perusahaan itu bisa mengambil dan terus konsisten dan agak terjadinya tidak terlalu berlebihan lagi karena banyak yang mulai berpikir soal keberlanjutan kepada perusahaan itu sendiri dan ini sudah terjadi,” tuturnya.

    Melisa melihat, saat ini sudah mulai banyak startup yang berpikir soal keberlangsungan usahanya.

    “Dan mungkin untuk menuju keberlanjutan ini butuh berfase-fase dulu. Misalnya company dinilai hanya berdasarkan GMV-nya (Gross Merchandise Volume) saja, lama-lama company juga dilihat berdasarkan revenue, sampai akhirnya saat ini profitability menjadi poin plus,” kata Melisa.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Nasihat Investor Tokopedia Soal Badai PHK, Masa Kelam Startup

    (dem)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.