Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PHK Massal, Bos Bongkar Gaji Karyawan Startup Tinggi Banget
    Insight News

    PHK Massal, Bos Bongkar Gaji Karyawan Startup Tinggi Banget

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2022Updated:6 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Fenomena gaji tinggi startup ternyata bukan hanya isapan jempol belaka. Seorang pendiri perusahaan teknologi mengungkapkan gaji fantastik yang ditawarkan yang mencapai tiga kali lipat.

    Martyn Terpilowski menjelaskan sulit bersaing di pasar tenaga kerja dengan startup. Dengan alasan tawaran gaji para perusahaan rintisan itu sungguh fantastis.

    “Saya tidak mau menyebut nama perusahaannya. Salah satu staf saya ditawari kenaikan gaji dari Rp 35 juta menjadi Rp 105 juta. Saya tidak bisa menyalahkan mereka meninggalkan [perusahaan] saya,” katanya kepada CNBC Indonesia belum lama ini.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menambahkan tawaran tersebut untuk posisi di level manajer di bidang pemasaran. Bukan untuk pegawai d bidang rekayasa perangkat lunak, yang dikabarkan sulit dicari.

    Terpilowski sendiri merintis perusahaan dengan modal terbatas, berbeda dengan startup yang memiliki pendanaan eksternal dari investor. Ini biasanya disebut sebagai startup boostrap.

    Selain soal tawaran gaji, Terpilowski juga mengkritik gaji tinggi yang diberikan pada pendiri dan anggota tim yang baru mulai. Menurutnya mereka seharunya mendapatkan saham dari membangun perusahaan.

    “Ini perbenturan kepentingan yang luar biasa. Kenapa pendiri perusahaan dapat gaji besar. Seharusnya mereka dapat saham dari keringat membangun startup,” kata Terpilowski.

    Dia juga bercerita banyak pegawai yang meninggalkan perusahaan usai pandemi akhirnya terdampak PHK massal di startup. Menurutnya lapangan kerja untuk mereka sebenarnya masih sangat luas, namun perlu diingat mereka perlu berpikir lebih rasional.

    Selain itu juga soal loyalitas, yang dia katakan harus berlaku dua arah. Dari pegawai kepada perusahaan, begitu juga sebaliknya.

    “Dulu kami punya pegawai yang meminta WFH [work from home] seperti yang dilakukan teman-teman mereka lakukan di startup, atau mereka mengancam pindah perusahaan. Kami punya kandidat yang datang ke interview kerja, bahkan menolak untuk berdiskusi soal bekerja di kantor,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Masa Keemasan Startup Meredup, Founder Bisa Coba Lakukan Ini

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.