Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ramai PHK Massal, Investor: Startup Salah Fokus
    Insight News

    Ramai PHK Massal, Investor: Startup Salah Fokus

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Desember 2022Updated:2 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belakangan ramai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan startup. Padahal mereka kerap kali menawarkan gaji besar kepada karyawan.

    Melihat fenomena gaji selangit ini, CEO BNI Ventures Eddi Danusaputro, mengatakan ada salah fokus dari startup itu. Artinya, mereka lebih peduli dengan pertumbuhan di semua biaya yang membuat perusahaan jadi bakar uang.

    Namun kini fokusnya sudah berubah, mereka sudah mulai belok menuju profitabilitas.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Tidak semuanya. Tapi memang ada salah fokus, yaitu ‘growth at all costs’ jadinya bakar uang. Sekarang sudah mulai belok menjadi ‘path to profitability’,” kata Eddi kepada CNBC Indonesia, Jumat (2/12/2022).

    Ia pun membenarkan bahwa startup memberikan standar gaji yang relatif besar dibanding dengan perusahaan non startup.

    “Memang ada beberapa startup yang memberikan standar gaji relatif besar dibanding perusahaan non startup. Tidak bisa generalisasi semua startup melakukan hal ini, tapi memang ada sejumlah yang melakukan,” ujarnya.

    Di satu sisi, PHK disebut terjadi karena startup menawarkan gaji tinggi kepada karyawannya.

    Seorang pendiri perusahaan teknologi mengungkapkan bahwa gaji fantastis tersebut malah menjadi beban yang luar biasa bagi perusahaan.

    Martyn Terpilowski bercerita tentang pengalamannya kehilangan pegawai ke perusahaan rintisan yang bermodal besar.

    Berbeda dengan kebanyakan startup yang mengandalkan pendanaan eksternal dari investor, Terpilowski merintis perusahaan dengan modal terbatas, yang biasa disebut sebagai startup bootstrap.

    Dia mengaku sulit bersaing di pasar tenaga kerja dengan startup yang menerima uang triliunan dari investor dalam dan luar negeri. Alasanya, gaji yang mereka tawarkan tidak masuk akal.

    “Saya tidak mau menyebut nama perusahaannya. Salah satu staf saya ditawari kenaikan gaji dari Rp 35 juta menjadi Rp 105 juta. Saya tidak bisa menyalahkan mereka meninggalkan [perusahaan] saya,” katanya kepada CNBC Indonesia.

    Padahal tawaran gaji tersebut untuk pegawai di level manajer di bidang pemasaran. Bukan di bidang rekayasa perangkat lunak yang kabarnya memang sulit dicari.

    Dia juga mengkritik gaji tinggi yang diberikan kepada pendiri dan anggota tim startup yang baru mulai.

    “Ini perbenturan kepentingan yang luar biasa. Kenapa pendiri perusahaan dapat gaji besar. Seharusnya mereka dapat saham dari keringat membangun startup,” kata Terpilowski.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Ini Pecat Pegawai Lewat Zoom, 9 Bulan 4 PHK Massal

    (roy/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.