Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Startup 2022 Sudah Segini, 2023 Bakal Ngeri?
    Insight News

    Badai PHK Startup 2022 Sudah Segini, 2023 Bakal Ngeri?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Desember 2022Updated:2 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kondisi ancaman resesi global di tengah suku bunga tinggi membuat cost of fund (biaya dana) investasi perusahaan rintisan (startup) akan cukup tinggi sehingga startup sulit mendapatkan pendanaan untuk mendorong pertumbuhan.

    Kini tiba masanya perusahaan rintisan atau startup saat ini nampaknya sudah tidak lagi menjadi idaman para job seekers.Hal ini karena beberapa startup dilanda isububble burst, di mana perusahaan tidak bisa mempertahankan aktivitas bisnis sehingga harus memberhentikan banyak karyawannya demi menjaga anggaran.

    Faktanya, PHK startup tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut Layoff.fyi, situs pemantau PHK startup mencatat ada 808 startup melakukan PHK di seluruh dunia.Lalu mana startup mana yang paling besar?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT



    Gelombang PHK terbesar dipimpin oleh Meta yang merupakan Induk usaha Facebook. Perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 11.000 karyawan. CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan bahwa pihaknya mengurangi sekitar 13% dari total 87 ribu karyawannya.

    Dalam suratnya yang dikirim ke para karyawan terdampak, sang pendiri Facebook juga menerangkan seperti apa pesangon atau kompensasi pada karyawan yang kena PHK.

    Posisi kedua, diduduki oleh Amazon di mana perusahaan harus merumahkan 10.000 karyawannya. erusahaan akan terus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 2023 sebagai bagian dari kajian perencanaan operasi tahunan perusahaan.

    Amazon akan terus menawarkan paket pesangon sukarela dan akan terus memberlakukan PHK dalam skala besar. Keuntungan seluruh bisnis Amazon masih di bawah ekspektasi walaupun pendapatan Amazon mengalami peningkatan pada kuartal ketiga 2022.

    Sementara itu, yang terjadi di Asia Tenggara adalah Sea Group dan GoTo. Di mana induk perusahaan Shopee, Sea Group Limited Ltd telah merumahkan sebanyak 7.000 karyawannya selama enam bulan terakhir. Angka tersebut mewakili 10 persen dari total karyawan Sea.

    Hal ini dilakukan karena Sea terseok-seok untuk meraup keuntungan. Setidaknya begitulah menurut sumber yang mengetahui soal masalah ini.

    Ini disebut-sebut menjadi kloter PHK ketiga yang dilakukan Shopee sepanjang tahun 2022, setelah putaran PHK pada September lalu.

    Sementara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melakukan PHK terhadap 1.300 karyawan Menurut GoTo, keputusan sulit ini tak bisa dihindari perusahaan. Sebanyak 12% karyawan GoTo atau sejumlah 1.300 orang terdampak PHK. Para karyawan yang terdampak PHK mendapatkan pesangon ditambah gaji satu bulan.

    TIM RISET CNBC INDONESIA


    Artikel Selanjutnya


    Perancang Aplikasi Gojek Ungkap Alasan Startup PHK Massal

    (aum/roy)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.