Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Temasek ‘Boncos’ Rp 4,3 T di FTX, Menkeu Singapura Buka Suara
    Insight News

    Temasek ‘Boncos’ Rp 4,3 T di FTX, Menkeu Singapura Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Desember 2022Updated:1 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Temasek Holdings mulai dilakukan peninjauan internal atas investasinya di bursa crypto bangkrut, FTX, yang menghasilkan penurunan valuasi sebesar US$275 (sekitar Rp 4,3 triliun). Hal ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.

    Tinjauan akan dilakukan oleh tim internal independen yang melapor langsung ke dewan dan tidak akan melibatkan mereka untuk melakukan investasi, demikian dikutip dari Reuters, Kamis (1/12/2022).

    Wong, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Singapura, mengatakan kerugian itu tidak berarti sistem tata kelola investorTemasek tidak berfungsi dan tidak ada uji tuntas dan pemantauan untuk menghindari risiko tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun pria yang disebut perdana menteri masa depan Singapura itu mengatakan kepada parlemen bahwa kerugian yang dialami dari investasi di FTX cukup mengecewakan dan telah merusak reputasi Temasek.

    Fakta bahwa investor global terkemuka lainnya seperti BlackRock dan Sequoia Capital juga berinvestasi di FTX bukan alasan kerugian Temasek.

    Setelah menggelontorkan dana sekitar US$275 juta ke dalam FTX, Temasek memutuskan untuk memutihkan investasi mereka.

    Temasek mengatakan biaya investasinya di FTX adalah 0,09% dari nilai portofolio bersihnya sebesar US$293,97 miliar per 31 Maret 2022, dan saat ini tidak memiliki eksposur langsung dalam cryptocurrency.

    Temasek mengatakan telah melakukan uji tuntas ekstensif di FTX dari Februari hingga Oktober 2021 dan laporan keuangan yang diaudit menunjukkan bahwa perusahaan itu akan menguntungkan.

    Wong mengatakan kepada anggota parlemen, kerugian individu tidak berdampak pada pengembalian cadangan Singapura, yang terkait dengan pengembalian jangka panjang.

    Investor FTX lainnya seperti Vision Fund dari SoftBank Group Corp dan Sequoia Capital juga telah menurunkan investasi mereka menjadi nol setelah FTX, yang didirikan oleh Sam Bankman-Fried. FTX sendiri telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat bulan ini dalam minggu tertinggi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Hilang Harta Rp227 T, Bos Kripto Bangkrut Kirim Tweet Aneh

    (dem)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.