Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mantan Bos Sindir Temasek Rugi Rp 4,3 Triliun di Bursa Kripto
    Insight News

    Mantan Bos Sindir Temasek Rugi Rp 4,3 Triliun di Bursa Kripto

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 November 2022Updated:1 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Temasek disebut rugi ratusan juta dollar di bursa kripto. Hal itu diungkap oleh mantan CEO Temasek, Ho Ching.

    Ia mengklaim bahwa perusahaan investasi Singapura itu pernah merasakan kerugian setelah dipaksa menghapus seluruh investasinya sebesar US$275 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) dalam crypto exchange FTX.

    “Kerugian adalah kerugian, dan selalu menyakitkan. Kerugian yang terjadi karena perusahaan dikelola dengan buruk tanpa pengawasan orang dewasa adalah telur di muka kita,” tulis Ho dalam posting Facebook, dikutip dari The Edge Singapore, Rabu (30/11/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Itu tidak mengurangi kerugian atau mengurangi rasa sakit dengan mengatakan BlackRock atau Softbank atau Sequoia juga berinvestasi di FTX,” tambah Ho, mengacu pada daftar co-investor terkenal lainnya di entitas yang berbasis di Bahama.

    Samuel Bankman-Fried, pendiri dan mantan CEO FTX telah menghabiskan beberapa tahun terakhir menarik investor dan regulator.

    FTX yang merupakan pertukaran crypto terbesar kedua senilai US$ 32 miliar mengalami kemerosotan. Bankman-Fried, berdasarkan laporan sejauh ini, belum melakukan kontrol yang tepat.

    Temasek, dalam pernyataannya pada 17 November, mencatat bahwa pertukaran merupakan bagian penting dari sistem keuangan global.

    “Tesis untuk investasi kami di FTX adalah untuk berinvestasi dalam pertukaran aset digital terkemuka yang memberi kami protokol agnostik dan eksposur netral pasar ke pasar crypto dengan model pendapatan biaya dan tidak ada risiko perdagangan atau neraca,” kata Temasek.

    Temasek telah menginvestasikan total US$275 juta di FTX antara Oktober 2021 dan Maret 2022. Jumlah tersebut setara dengan 0,09% dari nilai portofolio bersih Temasek sebesar US$403 miliar per 31 Maret.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Bursa Kripto FTX Bangkrut, Investor Kakap Ini Ketar-ketir

    (roy/roy)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.