Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Proses BI Sebar Rupiah Digital, Dicetak sampai Dimusnahkan
    Insight News

    Proses BI Sebar Rupiah Digital, Dicetak sampai Dimusnahkan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 November 2022Updated:30 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) secara resmi telah meluncurkan white paper proses pengembangan rupiah digital. Di dalam proses tersebut, rupiah digital juga akan mencakup proses pemusnahan.

    “Digital Rupiah akan diimplementasikan secara bertahap, dimulai dari wholesale Central Bank Digital Currency (CBDC) untuk penerbitan, pemusnahan dan transfer antarbank,” jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam siaran resminya, Rabu (30/11/2022).

    Adapun implementasi pengembangan rupiah digital akan diperluas dengan model bisnis operasi moneter dan pasar uang, dan akhirnya pada integrasi wholesale digital rupiah dengan ritel digital rupiah secara end to end.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam white paper tersebut dijelaskan, rupiah digital akan dibangun dalam fitur desain yang tangguh dan memungkinkan pengembangan-pengembangan model model bisnis baru yang inovatif, inklusif, dan mendorong efisiensi.

    BI menyebut, rupiah digital akan dilengkapi dengan berbagai fitur yang memastikan resiliensi, baik dalam konteks keamanan maupun ketersediaan.

    “Misalnya offline functionality, yang juga memastikan perluasan inklusi keuangan di daerah tertinggal,” tulis white paper yang diluncurkan BI bertajuk ‘Proyek Garuda Menavigasi Arsitektur Digital Rupiah’.

    Dijelaskan juga bahwa rupiah digital akan dilengkapi fitur programmability yang memungkinkan pengembangan inovasi dan efisiensi keuangan, misalnya smart contract.

    Tokenisasi surat berharga juga akan dikembangkan dalam platform digital rupiah untuk membuka peluang-peluang baru bagi pendalaman pasar keuangan.

    Rupiah digital akan terdiri dari tiga lapisan (layer) yakni platform teknologi, aset digital, dan use case.

    Layer platform teknologi yang berisi fitur-fitur yang mendukung rupiah digital antara lain smart contract, identity service, regulatory service, penggunaan kriptografi, application programming interface (API), serta skema sandboxing.

    Kedua layer aset digital berisi aset-aset digital yang dikelola BI terdiri dari dua aset digital utama, yaitu digital rupiah dan digital securities (Surat berharga).

    Ketiga, layer use case, berisi fungsi, dan layanan yang memanfaatkan layer aset digital. Layer ini berisi use case milik BI maupun pihak eksternal.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Yuan Digital China Sukses Berat, PBOC Ungkap Nilai Transaksi

    (dem/dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.