Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dicaplok Elon Musk, Kondisi Twitter Disebut Mencemaskan
    Insight News

    Dicaplok Elon Musk, Kondisi Twitter Disebut Mencemaskan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 November 2022Updated:30 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mantan kepala kepercayaan dan keamanan Twitter Yoel Roth mengatakan perusahaan media sosial itu tidak lebih aman di bawah pemilik baru Elon Musk.

    Ia memperingatkan dalam wawancara pertamanya sejak mengundurkan diri bulan ini, bahwa perusahaan tidak lagi memiliki cukup staf di bagian keselamatan.

    Ia pernah mencuitkan tepat setelah pengambilalihan Musk soal keamanan Twitter yang lebih meningkat di bawah kepemilikan miliarder itu. Namun kini ditanya apakah dia masih merasa seperti itu, Roth menjawab dengan tegas “Tidak.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Roth adalah seorang veteran Twitter yang membantu mengarahkan platform media sosial melalui beberapa keputusan penting, termasuk langkah untuk menangguhkan secara permanen pengguna paling terkenal, mantan Presiden AS Donald Trump, tahun lalu.

    Kepergiannya semakin mengguncang pengiklan, banyak di antaranya mundur dari Twitter setelah Musk memberhentikan setengah dari staf, termasuk mereka yang terlibat dengan moderasi konten.

    Sebelum Musk mengambil alih kepemimpinan di Twitter, sekitar 2.200 orang di seluruh dunia fokus pada pekerjaan moderasi konten, kata Roth. Dia mengaku tidak mengetahui nomornya setelah akuisisi karena direktori perusahaan sudah dimatikan.

    Twitter di bawah Musk mulai menyimpang dari kepatuhan kebijakan tertulis dan membuat keputusan konten yang dibuat secara sepihak oleh Musk. INi menjadi salah satu alasan Roth untuk mengundurkan diri.

    “Salah satu batasan saya adalah jika Twitter mulai diatur oleh dekrit diktator daripada kebijakan. Saya tidak perlu lagi dalam peran saya, melakukan apa yang saya lakukan,” katanya, dikutip dari The Star, Rabu (30/11/2022).

    Ia juga mengungkap soal perubahan langganan premium Twitter Blue, yang akan memungkinkan pengguna membayar tanda centang terverifikasi di akun mereka, diluncurkan meskipun ada peringatan dan saran dari tim kepercayaan dan keamanan.

    Peluncuran tersebut dengan cepat dilanda spammer yang menyamar sebagai perusahaan publik besar seperti Eli Lilly, Nestle dan Lockheed Martin.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Alamat Elon Musk Bocor, Netizen ‘Gercep’ Mau Kirim Hadiah

    (roy/roy)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.