Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bicara Covid-19, Bos Peneliti WHO Mengaku Terlambat Soal Ini
    Insight News

    Bicara Covid-19, Bos Peneliti WHO Mengaku Terlambat Soal Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 November 2022Updated:29 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pandemi Covid-19 akan masuk ke tahun ketiga. Selama itu juga Soumya Swaminathan, dokter anak asal India yang akan meninggalkan jabatan kepala ilmuwan WHO akhir bulan ini, memiliki penyesalan terbesar soal pandemi.

    Dalam wawancara dengan laman Science, dia berbicara soal penyesalannya sebagai kepala ilmuwan termasuk mengenai SARS-CoV-2. Salah satunya mengenai ketidaktegasan lembaga kesehatan itu soal menyebut virus menyebar lewat udara.

    “Anda dapat berargumen bahwa [kritik terhadap WHO] tidak adil, karena dalam hal mitigasi, kami berbicara mengenai semua metode, termasuk ventilasi dan masker,” kata dia dikutip dari Science, Selasa (29/11/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Namun pada saat yang sama, kami tidak dengan tegas mengatakan ‘ini adalah virus yang menyebar melalui udara’.”

    Dia juga menambah menyesal tidak mengumumkan hal tersebut lebih awal. “Saya menyesal bahwa kami tidak melakukan ini lebih awal,” ungkapnya.

    Saat ditanya mengapa saat itu dia tidak melakukannya, Swaminathan menjelaskan jika semuanya adalah campuran dari berbagai hal. Termasuk juga menyinggung karena dia masih baru saat mengemban jabatan sebagai kepala ilmuwan.

    Terkait divisinya, dia menjelaskan jika pekerjaan timnya untuk menetapkan norma sebagai dasar pedoman (guidelines). Sementara penetapan pedoman dilakukan di departemen teknis.

    “Saya mencoba melakukan apa yang menurut saya terbaik. Yang terjadi di WHO adalah departemen teknis yang membuat pedoman, di divisi sains kami hanya menetapkan norma bagaimana melakukan pedoman. Jadi itu bukan peran saya dan juga tidak ada yang meminta saya terlibat pada tahap itu,” jelas Swaminathan.

    Dalam kesempatan itu dia juga menitipkan pesan pada penerusnya. Menurutnya saat ada situasi dengan bukti yang berasal dari disiplin ilmu lain baiknya sudah terlibat sejak awal.

    “Jadi saya pikir apa yang akan saya katakan pada kepala ilmuwan berikutnya: Jika ada situasi di mana ada bukti baru yang muncul, terutama dari disiplin ilmu lain, yang menantang pemahaman kita, terlibatlah sejak dini!” kata dia.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Cacar Monyet Sudah Ada Dulu, Apa Bedanya yang Sekarang?


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.