Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Pfizer Pernah Ramal Kapan Covid Berakhir, Bukan 2022
    Insight News

    Bos Pfizer Pernah Ramal Kapan Covid Berakhir, Bukan 2022

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 November 2022Updated:27 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bos produsen vaksin Pfizer punya prediksi sendiri kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Presiden Global Pfizer Vaccines Nanette Cocero memperkirakan pandemi baru akan selesai 2 tahun lagi atau pada 2024 mendatang.

    Dalam pernyataannya, Cocero yakin bahwa Covid-19 akan bertransmisi menjadi endemi.

    “Kami percaya Covid-19 akan bertransisi ke keadaan endemi, berpotensi pada tahun 2024,” ungkapnya, dikutip CNBC Internasional, Rabu (23/11/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Endemi merupakan tahapan saat pandemi berakhir tetapi bukan berarti virus menghilang. Tahapan itu adalah saat penyakit menular terjadi di wilayah atau musim tertentu saja.

    Soal endemi, ia menyebut tahap itu bisa terjadi apabila kekebalan populasi masyarakat dunia sudah cukup terpenuhi dari vaksin. Selain itu juga berasal dari penularan virus, rawat inap, dan kematian yang terkendali.

    Sementara itu, peneliti Pfizer Mikael Dolsten mengatakan prediksi pandemi berakhir terjadi apabila distribusi adil pada wilayah dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah.

    “Kapan dan bagaimana tepatnya ini terjadi akan tergantung pada evolusi penyakit, seberapa efektif vaksin dan perawatan, serta distribusi vaksin yang adil ke tempat-tempat tingkat vaksinasi rendah,” jelas Dolsten.

    Namun catatan lainnya, varian Covid-19 juga menjadi penentu dari pandemi. Dolsten juga menambahkan perubahan tahapan dari pandemi ke endemi akan berbeda waktunya di tiap wilayah.

    Sejak pandemi Covid-19 menyebar dua tahun lalu, sudah banyak varian yang hadir. Termasuk Delta yang menyebabkan kenaikan kasus cukup signifikan di dunia termasuk Indonesia pertengahan tahun lalu.

    Selain itu varian Omicron varian baru juga teridentifikasi sejak November lalu. Indonesia diketahui penyebarannya cukup masif, bahkan membuat kasus harian juga kembali mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ada Kabar Baik! Pengguna Booster Astra-Pfizer Pasti Happy Nih

    (dem)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.