Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Emak’ Facebook Buka-Bukaan Skandal, Bawa-Bawa Militer AS
    Insight News

    ‘Emak’ Facebook Buka-Bukaan Skandal, Bawa-Bawa Militer AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 November 2022Updated:26 November 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Meta, yang merupakan induk dari Facebook, membuka skandal baru. Ini bahkan membawa militer Amerika Serikat (AS).

    Perusahaan teknologi itu menyebut individu yang terkait dengan militer Paman Sam melakukan sebuah “kampanye propaganda online”. Hal ini dimuat BBC mengutip laporan Meta terbaru, pekan ini.

    “Kampanye tersebut adalah operasi propaganda rahasia pro-AS besar pertama yang dilakukan oleh sebuah perusahaan teknologi besar,” kata peneliti independen pada Agustus dalam laporan itu yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (25/11/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Itu mendukung AS dan sekutunya, sementara menentang negara-negara seperti Rusia, Cina dan Iran,” tambahnya.

    Di Facebook misalnya, setidaknya ada 39 akun, 16 halaman, dan dua grup dihapus. Di Instagram ada 26 akun.

    “Karena melanggar kebijakan platform terhadap “perilaku tidak autentik terkoordinasi … Jaringan ini berasal dari Amerika Serikat,” tulis Meta.

    Fokus dari kampanye tersebut menyasar sejumlah negara-negara. Termasuk Afghanistan, Aljazair, Iran, Irak, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, Somalia, Suriah, Tajikistan, Uzbekistan dan Yaman.

    “Mencerminkan taktik yang biasa digunakan dalam kampanye propaganda melawan Barat, termasuk persona palsu,” tamah laporan itu lagi.

    “Akun yang menargetkan Iran telah mengkritik otoritas Iran dan kebijakan mereka dan memposting tentang isu-isu seperti hak-hak perempuan,” kata para peneliti dalam laporan itu.

    Dikatakan pula Beberapa dari mereka yang mendukung AS berpura-pura sebagai outlet media independen. Beberapa juga telah mencoba untuk memberikan konten dari outlet yang sah, seperti BBC News Russian, sebagai milik mereka.

    “Operasi juga berjalan di banyak layanan internet, termasuk Twitter, YouTube, Telegram, VKontakte dan Odnoklassniki,” tambahnya lapora tersebut.

    “Meskipun orang-orang di balik operasi ini berusaha menyembunyikan identitas dan koordinasi mereka, penyelidikan kami menemukan kaitan dengan individu yang terkait dengan militer AS,” tambah laporan lagi.

    Pengumuman Meta mengkonfirmasi laporan sebelumnya oleh Washington Post. Sumber mengatakan kepada surat kabar soal kekhawatirannya atas operasi itu telah membuat Pentagon menyelesaikan “audit menyeluruh” tentang bagaimana militer AS melakukan perang informasi rahasia.

    Departemen Pertahanan AS sendiri mengonfirmasi laporan Meta. Kepada media yang sama, Pentagon menyebut “mengetahui laporan yang diterbitkan”.

    “Saat ini, kami tidak memiliki komentar lebih lanjut atas laporan tersebut atau tindakan potensial yang dapat diambil oleh departemen sebagai akibat dari laporan tersebut,” jawab militer AS.

    Sementara itu, Redaktur Pelaksana Digital Forensic Research Lab Atlantic Council, Andy Carvin, mengatakan kampanye ini tidak efektif. Itu kontraproduktif bagi negara demokrasi karena berlawanan dengan prinsip pelaksanaan demokrasi.

    “Bahkan, ini menjadi taktik yang sama yang digunakan oleh negara musuh dan Anda semakin mengikis kepercayaan publik,” ujarnya mengomentari laporan itu.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Mark Zuckerberg Sebut Induk Facebook akan Masuki Masa Sulit

    (sef/sef)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.