Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Tak Lakukan PHK, Kok Karyawannya Mulai Cemas?
    Insight News

    Google Tak Lakukan PHK, Kok Karyawannya Mulai Cemas?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 November 2022Updated:24 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejauh ini Google menjadi raksasa teknologi satu-satunya yang belum mengumumkan pemangkasan jumlah pegawai massal. Namun para karyawannya mulai khawatir mereka tinggal menunggu waktu menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) selanjutnya.

    Selama beberapa waktu terakhir, perusahaan teknologi besar mengumumkan memangkas banyak pegawainya. Meta, misalnya, merumahkan 13% stafnya atau lebih dari 11 ribu orang.

    Kemudian, Snap merumahkan sebanyak 20%, setengah pegawai Twitter dipecat, dan HP berencana PHK 4.000 hingga 6.000 orang selama tiga tahun ke depan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Google memang tidak memecat pegawainya. Namun sejumlah operasional mulai dipangkas perusahaan, seperti memangkas dana untuk inkubator Area 120, membatalkan laptop Pixelbook generasi berikutnya, dan akan menutup layanan game Stadia.

    Sementara itu, kekhawatiran para pegawai Google kian memuncak dan beberapa dari mereka mengungkapkannya lewat meme. CNBC Internasional, pada Kamis (24/11/2022) melaporkan beberapa pegawai mengirim meme gambar sosok mengangkat tangannya dengan tulisan ‘inflation pay rise (kenaikan gaji inflasi). 

    Meme lainnya menggambarkan karakter yang ketakutan dengan tulisan ‘don’t fire us please (tolong jangan pecat kami)’ dan ada yang menunjukkan nama-nama perusahaan yang memiliki PHK seperti Meta, Twitter, Amazon dan Microsoft’ dan gambar karakter yang khawatir.

    Selain itu, ada juga meme yang menampilkan pernyataan dari investor aktivis TCI Fund yang meminta agar CEO Sundar Pichai memotong gaji dan jumlah karyawan lewat tindakan agresif.

    Pada pertemuan all-hands perusahaan baru-baru ini, sejumlah pertanyaan juga diajukan terkait potensi PHK dalam sistem internal bernama Dory. Selain itu juga ada pertanyaan mengenai apakah eksekutif salah mengatur jumlah karyawan.

    “Nampaknya kami menambahkan 36 ribu peran full-time YoY, meningkat jumlahnya sekitar 24%,” bunyi salah satu pertanyaan.

    “Banyak tim merasa seperti kehilangan jumlah pemain bukan menempatkannya. Ke mana perginya jumlah karyawan ini? Jika dipikir-pikir dan mengingat kekhawatiran seputar produktivitas, haruskah kita memperkerjakan dalam waktu cepat?”

    Pertanyaan lain berbunyi, “Bisakah kami mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai bagaimana kita mendekati jumlah pegawai tahun 2023? Apakah kita tahu berapa lama kita perlu merencanakan angin sakal sulit ini?”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Hantu Resesi Ngeri Loh! Induk Google Ungkap Efesiensi Pegawai

    (npb/roy)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.