Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bulan Penentuan Hidup Mati Startup Ada di 2023
    Insight News

    Bulan Penentuan Hidup Mati Startup Ada di 2023

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2022Updated:23 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Musim dingin atau winter pendanaan di ekosistem startup dapat berlanjut selama 12 hingga 18 bulan lagi. Artinya industri masih harus bergulat dengan banyak gejolak dan ketidakstabilan.

    Hal ini disampaikan oleh CEO raksasa e-commerce Flipkart Kalyan Krishnamurthy, yang juga memberi peringatan kepada para eksekutif.

    “Ini akan menjadi sulit tahun depan. Perkiraan saya adalah bahwa banyak pendiri startup akan memasuki pasar antara April hingga Juni tahun depan, dan itulah momen kebenaran bagi ekosistem,”katanya pada pertemuan akhir pekan yang diselenggarakan oleh surat kabar India Economic Times, dikutip dari TechCrunch, Selasa (22/11/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Krishnamurthy mengatakan kepada ratusan orang yang hadir, bahwa pendiri startup harus menerima kenyataan menggalang pendanaan di valuasi yang lebih rendah (down round) dan merestrukturisasi perusahaan mereka.

    Menurutnya, masih banyak pendiri startup yang tidak mau memotong valuasi mereka dari sebelumnya dalam pertimbangan pendanaan baru.

    Beberapa pendiri startup percaya bahwa mereka tidak akan dapat menarik dan mempertahankan talenta jika pendanaan tiba-tiba membuat saham karyawan yang ada menjadi kurang berharga.

    “Pada tahun 2001, perusahaan melihat lonjakan valuasi 2x hingga 6x dengan beberapa asumsi pertumbuhan dan profitabilitas yang mendasari untuk dua hingga tiga tahun ke depan. Saya pikir dengan cepat menjadi jelas bahwa asumsi tersebut tidak akan berlaku,” kata Krishnamurthy, menjelaskan dorongan pendanaan startup di India tahun lalu.

    Perusahaan rintisan India sendiri telah mengumpulkan rekor US$39 miliar pada tahun 2021 karena investor secara agresif berupaya menggandakan diri di pasar negara berkembang.

    Sebaliknya, karena pasar mempertahankan posisinya awal tahun ini, pendanaan pada kuartal yang berakhir pada bulan September turun di bawah US$3 miliar.

    “Itu berarti introspeksi tentang apa yang perlu dilakukan untuk bertahan hidup,” ungkapnya.

    Krishnamurthy, yang sebelumnya bekerja di Tiger Global, terkenal membantu arsitek Flipkart memangkas tenaga kerjanya sebesar 30% lima tahun lalu untuk membantu perusahaan menjadi lebih efisien. “Kami tumbuh dari sana, jadi tidak masalah,” tuturnya.

    Flipkart milik Walmart, yang terakhir bernilai US$37,6 miliar, membekukan perekrutan awal tahun ini dan menghentikan pesta akuisisi, yang sebelumnya menghabiskan sekitar setengah miliar dolar untuk memperluas ke kategori perawatan kesehatan dan perjalanan online.

    Perusahaan yang didukung dana dari SoftBank, Tiger Global, GIC, Dewan Investasi Rencana Pensiun Kanada itu, tidak berencana untuk go public setidaknya selama satu tahun.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    6 Startup Ini Untung di Tengah Badai PHK, Apa Rahasianya?

    (dem)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.