Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investor Berubah Pikiran, Startup PHK Gede-gedean
    Insight News

    Investor Berubah Pikiran, Startup PHK Gede-gedean

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2022Updated:23 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak startup yang tengah berada di pusaran badai pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemangkasan pegawai terjadi untuk semua perusahaan rintisan baik yang masih di tahapan awal atau sudah di tahap lanjut.

    Vice President of Investments MDI Ventures Aldi Adrian Hartanto mengatakan startup saat ini sedang mengejar untuk profit. Berbeda dengan sebelumnya, yang berfokus pada pertumbuhan perusahaannya.

    Permintaan itu datang dari para investor. Di tengah situasi ekonomi tak menentu, mereka meminta startup untuk bisa profitable baru mau memberi pendanaan tambahan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sekarang investor mau profitable dulu baru mau kasih duitnya,” ungkapnya, kepada CNBC Indonesia, Selasa (22/11/2022).

    Tidak seperti model bisnis konvensional yang bertumpu kepada aset, beban terbesar startup teknologi adalah di sumber daya manusia.

    Oleh karena itu, startup tidak bisa mengambil jalan penjualan aset seperti gedung, gudang, atau toko. Untuk mengejar profit dan memangkas biaya operasional, startup harus memangkas jumlah pegawainya.

    Aldi juga menjelaskan bahwa perusahaan rintisan yang baru pada tahap awal (early stage) terbilang cukup aman pada tekanan PHK. Sebab startup tersebut masih bisa sangat hati-hati dalam mengelola pengeluaran dan jumlah pegawainya belum banyak.

    Berbanding terbalik dengan startup yang sudah di tahap lanjutan atau perusahaan teknologi yang sudah go public.

    Menurutnya, fenomena saat ini yang patut disalahkan adalah investor. Karena mereka tiba-tiba meminta perusahaan untuk profit, padahal tadinya mendorong startup untuk fokus mengejar pertumbuhan.

    Aldi mencontohkan, tahun lalu investor menguncurkan banyak modal dengan target startup tumbuh setinggi mungkin. Untuk memenuhi permintaan investor, pendiri startup pun merekrut pegawai dengan agresif pada Q1 2022 agar bisa tumbuh pada akhir 2022.

    “Kalau ditanya salahnya di mana, salahnya investor minta begitu. Sekarang tahu-tahu diminta profitable, gimana nih invest banyak orang untuk ngejar growth. Di tengah disuruh ngecut kan challenging,” kata Aldi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tips Investor Kopi Kenangan Agar Startup Bisa Lalui Badai PHK


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.