Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investor Tak Royal Lagi Beri Dana ke Startup, Apa Artinya?
    Insight News

    Investor Tak Royal Lagi Beri Dana ke Startup, Apa Artinya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 November 2022Updated:16 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dulu startup teknologi bisa terbang dengan bebas, pendanaan pun mudah didapatkan. Namun era uang mudah (easy money) sudah berakhir dan pengusaha diingatkan untuk bersiap.

    “Yang pasti lanskap penggalangan dana telah berubah,” kata CEO Checkout.com yang bergerak pada sektor software Guillaume Pousaz dalam Web Summit, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (16/11/2022).

    Dia menambahkan tahun lalu tim kecil bisa mendapatkan US$6 juta dari pendanaan awal, yang menjadi tanda berlebihan dalam kesepakatan usaha.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Soal valuasi perusahaannya hari ini, Pousaz hanya mengatakan hal tersebut jadi sesuatu untuk investor yang peduli dengan kapan berinvestasi dan mencairkan keuntungan investasinya. Dia menambahkan jika yang terjadi tahun lalu tidak sama dengan tahun ini.

    “Kelipatan tahun lalu bukan kelipatan yang sama dengan tahun ini. Kita bisa melihat kondisi saat ini, valuasinya sebagian besar setengah dari tahun lalu,” jelasnya.

    Kenaikan suku bunga, inflasi tinggi dan prospek penurunan ekonomi global berdampak pada valuasi perusahaan teknologi swasta. The Fed dan sejumlah bank sentral lain menaikkan suku bunga serta membalikkan pelonggaran moneter era pandemi sebagai cara mencegah inflasi yang melonjak.

    Inilah yang membuat saham perusahaan teknologi ambles dan mempengaruhi startup yang mengumpulkan uang dengan valuasi lebih rendah. Stripe dan Klarna jadi beberapa perusahaan yang mengalami penurunan valuasi tahun ini yakni 28% dan 85%.

    Di sisi investor, Pousaz mengatakan investor belum menemukan landasan menentukan berapa kenaikan biaya modal. “Sebagian besar investor masih melakukan valuasi hingga hari ini pada DCF, discounted cash flow, dan untuk melakukannya Anda perlu mengetahui di sisi negatif, apakah 2% apakah 4%? Saya harap saya tahu namun tidak,” ungkapnya.

    PHK massal yang dilakukan oleh perusahaan teknologi, seperti Meta dan Amazon, juga disinggung dalam Web Summit. Menurut CEO Seon, Tamas Kadar, setiap investor nampaknya mencoba opsi tersebut pada perusahaan yang ada dalam portofolionya.

    “Apa yang biasanya mereka katakan adalah, jika sebuah perusahaan tidak benar-benar tumbuh, stagnan, maka coba untuk mengoptimalkan profitabilitas, tingkatkan rasio margin kotor serta perpanjang landasan saja,” kata Kadar.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Dari Mana Asal Valuasi Startup dan Bagaimana Menghitungnya?

    (npb/roy)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.