Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Lagi Viral, Penjelasan BMKG Soal Air Terjun di Langit Bekasi
    Insight News

    Lagi Viral, Penjelasan BMKG Soal Air Terjun di Langit Bekasi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 November 2022Updated:13 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Baru-baru ini, sebuah video menampilkan hujan deras yang disebut ‘air terjun dari langit’ di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bikin geger publik.

    Dalam video yang viral di media sosial terlihat hujan turun hanya di satu titik, meski di sekelilingnya juga turun hujan. Selain itu karena kemungkinan hujan yang deras, pepohonan di sekitar lokasi juga bergoyang.

    Penampakan derasnya air yang muncul di satu titik itu disebut BMKG sebagai fenomena alam microburst. Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin menjelaskan microburst merupakan fenomena downburst dalam skala lebih kecil.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Microburst itu fenomena lebih kecil dari downburst, fenomenanya identik,” kata Miming, dikutip dari Detikcom, Minggu (13/11/2022).

    Senior Forecaster BMKG, Reifda Novikarany mengatakan downburst dalam istilah meteorologi merupakan sistem angin kencang secara vertikal ke bawah. Ini terjadi dalam waktu yang singkat dan muncul dari sistem awan kumulonimbus dan menyebar saat sampai di permukaan tanah.

    Dia menambahkan bahwa downburst punya daya rusak yang tinggi. Karena kejadiannya begitu cepat dalam durasi yang singkat dan biasanya disertai dengan hujan. “Sehingga ketika terjadi di wilayah pemukiman dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur,” ujar Reifda.

    Namun, downburst berbeda dengan fenomena angin puting beliung. Meski keduanya terjadi karena awan kumulonimbus serta sama-sama punya efek merusak.

    “Kalau puting beliung bentuknya memutar seperti spiral atau belalai yang turun dari awan ke permukaan, sedangkan downburst bentuknya lebih menyebar dan embusan anginnya kencang secara vertikal dari dasar awan,” tuturnya.

    Dia menjelaskan fenomena tersebut cukup sulit dideteksi dan diprediksi seperti puting beliung. Sebab hanya terjadi dalam skala singkat dan dalam beberapa menit saja. Downburst juga sulit diprediksi lokasi dan waktu kejadiannya karena bersifat lokal.

    “Akan tetapi, kewaspadaan untuk kejadian cuaca ekstrem, termasuk downburst atau puting beliung dan cuaca ekstrem sejenisnya, perlu ditingkatkan, terutama ketika mendapati adanya pertumbuhan awan yang sudah berwarna gelap dan menjulang tinggi, karena jenis awan tersebut dapat dipastikan jenis kumulonimbus yang biasanya dapat menyebabkan terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir bahan bisa menimbulkan angin kencang/puting beliung/downburst,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (hsy/hsy)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.