Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»India Segera Uji e-Rupee, Mau Saingi Yuan Digital & Kripto?
    Insight News

    India Segera Uji e-Rupee, Mau Saingi Yuan Digital & Kripto?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Oktober 2022Updated:10 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – India berencana menguji coba Rupee Digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Informasi ini berasal dari sebuah makalah yang dirilis oleh Reserve Bank of India.

    “Saat ini kami berada dalam garis terdepan untuk mengevolusi mata uang yang akan mengubah sifat dan fungsi uangnya,” tulis makalah tersebut, dikutip dari laman Decrypt, Senin (10/10/2022).

    “CBDC (central bank digital currency) dipandang sebagai penemuan yang menjanjikan dan langkah lanjutan dalam perkembangan evolusi mata uang berdaulat”.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    RBI berencana meluncurkan e-rupee, nama mata uang digital tersebut, dalam peluncuran pilot terbatas. Ini akan diterbitkan sebagai mata uang tambahan yang dirilis bersamaan dengan uang kertas.

    Selain itu, dalam makalah juga disebutkan uang digital tersebut juga akan memiliki fungsi sebagai alternatif cryptocurrency.

    Bank sentral tersebut juga menyinggung soal kripto. Yakni penggunaan yang tidak terbatas akan menimbulkan risiko untuk stabilitas keuangan dan ekonomi makro India.

    Hal tersebut akan mengurangi kemampuan pemerintah dalam menentukan dan mengatur kebijakan moneter. Oleh karena itu kebutuhan akan CBDC semakin meningkat.

    “CBDC akan memberikan manfaat mata uang virtual kepada publik sambil memastikan perlindungan konsumen dengan menghindari konsekuensi sosial dan ekonomi yang merusak dari mata uang virtual pribadi,” kata RBI.

    Bank sentral juga mempertimbangkan dua versi mata uang digital. Pertama bagi orang untuk melakukan pembayaran ritel dan versi kedua bagi penyelesaian transfer atas bank dan transaksi grosir.

    RBI juga mengakui kemungkinan adanya tantangan transaksi kecil yang menjadi anonim. Meski secara bersamaan juga disebut memberikan privasi.

    “Potensi mata uang digital anonim untuk memfasilitasi ekonomi bayangan dan transaksi ilegal membuatnya sangat tidak mungkin CBDC manapun akan dirancang sepenuhnya mencocokkan tingkat anonimitas dan privasi yang saat ini tersedia dengan uang tunai fisik,” jelas RBI.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Bank Sentral Ini Uji Mata Uang Digital, Ikut India dan China

    (npb/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.