Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Misteri Aplikasi X Milik Elon Musk Usai Akuisisi Twitter
    Insight News

    Misteri Aplikasi X Milik Elon Musk Usai Akuisisi Twitter

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Oktober 2022Updated:6 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setelah drama panjang, Elon Musk akhirnya resmi membeli Twitter. Namun ada maksud di balik pembelian itu, yakni Musk ingin melakukan percepatan untuk membuat sesuatu misteri yang disebutnya X sebagai aplikasi segalanya.

    Miliarder itu mengusulkan untuk melanjutkan dengan tawaran awalnya sebesar US$44 miliar untuk menjadikan perusahaan media sosial itu keluar dari bursa saham Amerika Serikat (AS) atau go private.

    “Twitter mungkin mempercepat X 3 hingga 5 tahun, aplikasi segalanya (everything), tapi saya bisa saja salah,” katanya dalam tweet, dikutip Rabu (5/10/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Musk menyebut X adalah aplikasi segalanya. Berdasarkan pernyataan dia sebelumnya, layanan itu bisa sangat mirip dengan aplikasi super China WeChat, demikian dikutip dari Finance Yahoo

    Meskipun Musk belum mengungkapkan rencananya untuk Twitter, dia mengatakan bahwa layanan tersebut dapat membebani pengguna bisnis dan pemerintah.

    Sikap ini berbeda dari sebelumnya, saat miliarder 51 tahun menyatakan enggan membeli Twitter.

    Informasi ini didapatkan dalam keterbukaan di bursa saham, dan menjadi tanda berakhirnya pertempuran hukum antara keduanya, dikutip dari Reuters.

    Menurut Reuters, Musk mengubah posisinya untuk menghindari berbicara di depan pengadilan dan mengungkapkan ke publik, pembicaraan dan negosiasi dengan investor pendukungnya dalam rencana akuisisi Twitter.

    Elon Musk dan Twitter dijadwalkan bertemu dalam persidangan di Delaware’s Court of Chancery pada 17 Oktober 2022. Raksasa jejaring sosial itu menginginkan untuk bos Tesla dapat menutup kesepakatan pembelian.

    Musk sebelumnya tertarik membeli Twitter. Namun akhirnya kesepakatan itu dibatalkan hingga menyeretnya ke meja hijau.

    Alasan pembatalan itu karena Elon Musk mengklaim Twitter membuat pernyataan menyesatkan mengenai jumlah akun bot spam. Pengacara Musk, Skadden Arps Mike Ringler, mengatakan bahwa Twitter belum memenuhi kewajiban kontraknya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Tangguhkan Kesepakatan Pembelian Twitter, Kenapa?

    (roy/roy)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.