Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terungkap Alasan Kominfo Tunda Matikan TV Analog Jabodetabek
    Insight News

    Terungkap Alasan Kominfo Tunda Matikan TV Analog Jabodetabek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Oktober 2022Updated:5 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah memutuskan untuk menunda program Analog Switch Off (ASO) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Semula ASO program ASO untuk wilayah itu dijadwalkan pada Rabu (5/10).

    Penundaan ini disebut atas permintaan dari Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI). Sekjen ATVSI Gilang Iskandar pun membenarkan hal itu. Menurut Gilang, salah satu penundaan adalah kondisi real di masyarakat.

    “Memang ATVSI menyampaikan surat kepada Menkominfo, salah satu alasannya adalah kondisi real di masyarakat,” kata Gilang saat konferensi pers di Kantor Kemenkominfo, Rabu (5/10/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Gilang menyampaikan, berdasarkan data Nielsen per 27 September, baru 26% atau sekitar 7,2 juta dari 21 juta populasi pemirsa televisi di Jabodetabek yang siap beralih.

    Angka tersebut mencakup populasi pemirsa televisi yang free to air (FTA) atau gratis. Sedangkan baru 40% yang udah siap beralih ke siaran TV digital.

    Artinya perlu waktu sebulan untuk menggencarkan bersama Kominfo, sosialisasi masif supaya masyarakat segera beralih dengan cara memiliki STB atau TV digital.

    “Maka itu kita mengusulkan, waktu ini kita manfaatkan untuk mengejar sosialisasi. Kita punya waktu sedikit, kita fokus ke tanggal 2 November,”

    Ia ingin ASO tetap berjalan sesuai rencana, tetapi masyarakat tidak dirugikan, industri juga tetap berjalan, dan semuanya berjalan optimal.

    “Kalau masyarakat kehilangan siaran, kan jadi problem juga. Kalau gak nonton tingkat kepemirsaan TV turun ini bermasalah juga ke semuanya.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kominfo Tekan Dampak Transisi TV Digital

    (roy/roy)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.