Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sabar Ya! 3 Founder Ini Gagal Cuan Rp 21 Triliun dari Fintech
    Insight News

    Sabar Ya! 3 Founder Ini Gagal Cuan Rp 21 Triliun dari Fintech

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Oktober 2022Updated:5 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan investasi asal Belanda, Prosus membatalkan akuisisi startup India BillDesk senilai US$ 4,7 miliar (sekitar Rp 71,8 triliun) yang mereka umumkan tahun lalu.

    Padahal jika transaksi itu berhasil, tiga pendiri startup fintech itu masing-masing bisa mendapatkan US$1,4 miliar (sekitar Rp 21 triliun) jika kesepakatan akuisisi dengan Prosus berhasil.

    Perusahaan mengatakan “kondisi tertentu” tidak terpenuhi sebulan setelah akuisisi yang diusulkan diterima dari pengawas antimonopoli lokal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kondisi tertentu yang sebelumnya tidak terpenuhi pada tanggal penghentian panjang 30 September 2022, dan perjanjian telah berakhir secara otomatis sesuai dengan ketentuannya dan, karenanya, transaksi yang diusulkan tidak akan dilaksanakan,” kata Prosus yang terdaftar di Amsterdam dalam sebuah pernyataan, dikutip dari TechCrunch, Selasa (4/10/2022).

    Akuisisi tersebut diumumkan pada tahun lalu, dan disebut menjadi kesepakatan M&A terbesar kedua di ruang internet konsumen pasar Asia Selatan.

    Padahal kesepakatan itu akan memungkinkan Prosus untuk mendominasi pasar pemrosesan pembayaran di India. BillDesk memiliki ekosistem pembayaran di sebagian besar departemen pemerintah India.

    Untuk diketahui, BillDesk adalah perusahaan payment gateway online asal India yang berbasis di Mumbai. Perusahaan menyediakan platform pembayaran online untuk kliennya yang memungkinkan transaksi situs web perbankan dan pedagang.

    BillDesk didirikan oleh tiga orang yakni M.N Srinivasu, Ajay Kaushal, dan Karthik Ganapathy. Ketiganya adalah rekan kerja di perusahaan konsultan Arthur Andersen ketika mereka mulai mendirikan BillDesk sebagai jembatan pembayaran online antara bank, konsumen, dan vendor pada tahun 2000.

    21 tahun kemudian, mereka bersama-sama menghasilkan US$1,44 miliar dalam bentuk pertukaran untuk saham kolektif mereka sebesar 30,84% dalam bisnis.

    Transaksi akuisisi BillDesk adalah kesepakatan tunai untuk membeli semua pemegang saham, kata CEO Prosus Bob van Dijk.

    BillDesk sendiri telah mengumpulkan pendanaan US$245 juta hingga saat ini. Startup itu memiliki valuasi senilai US$ 1,59 miliar setelah putaran pendanaan Januari 2019, menurut perusahaan riset Tracxn.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Heboh PHK Startup, Fintech Masih Memikat Hati Investor

    (roy/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.