Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kredit Macet Tanifund 48 Persen, OJK Minta Ini
    Insight News

    Kredit Macet Tanifund 48 Persen, OJK Minta Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Oktober 2022Updated:4 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Platform pinjaman online (pinjol) berbasis agri, TaniFund (TF), memiliki tingkat keberhasilan penyelenggara penagihan dalam jangka waktu hingga 90 hari (TKB90) sebesar 51,73 persen. Artinya yang macet mencapai 48,27 persen.

    Angka tersebut jauh di bawah industri. Berdasarkan Statistik Fintech OJK, sampai bulan Juli 2022, industri pinjol mencatat TKB90 sebesar 97,33 persen. Hanya sekitar 2,67 persen pendanaan yang mengalami wanprestasi.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun harus turun tangan. OJK meminta action plan untuk perbaikan kinerja TaniFund, dan perusahaan kini dalam pengawasan secara intensif.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu OJK juga melakukan proses pemeriksaan khusus untuk memastikan kondisi TaniFund.

    “Khusus mengenai TF kami sedang melakukan pengawasan ketat terhadap platform ini. TF telah kami minta action plan untuk perbaikan kinerjanya dan kami monitoring secara intensif,” kata Juru Bicara OJK Sekar Putih dalam keterangan kepada CNBC Indonesia, Senin (3/10/2022).

    Sekar mengatakan bahwa lender harus memahami bahwa risiko pendanaan yang macet dalam transaksi P2P lending merupakan risiko lender. Jika borrower tidak membayar sesuai perjanjian, risiko pendanaan ditanggung oleh lender.

    Kewajiban platform P2P lending adalah melakukan upaya terbaik penagihan kepada borrower jika pinjaman tidak dikembalikan sesuai perjanjian.

    “Sebelum penyaluran pinjaman, platform P2P lending menyediakan informasi calon borrower, termasuk hasil scoring-nya dan memfasilitasi asuransi kredit terutama apabila lender memilih mitigasi risiko berupa asuransi,” terangnya.

    Selain memahami risiko, calon lender pun sebelum melakukan pendanaan diharapkan melihat calon borrower yang akan didanainya.

    Tanifund adalah perusahaan P2P lending yang fokus ke sektor pertanian. Perusahaan iniadalah bagian dari TaniHub Group, startup agritech yang namanya populer setelah disebut Presiden Jokowi dalam ajang debat calon presiden.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Aturan Baru OJK: Dirikan Pinjol Modal Minimum Rp 25 Miliar

    (dem)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.