Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ngeri! Bumi Ternyata Pernah Dilanda Kegelapan Selama 2 Tahun
    Insight News

    Ngeri! Bumi Ternyata Pernah Dilanda Kegelapan Selama 2 Tahun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 September 2022Updated:1 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sekitar 66 juta tahun silam, hantaman dahsyat asteroid memusnahkan dinosaurus dan banyak makhluk hidup lain. Tak hanya itu, terjadi pula masa kegelapan di Bumi selama dua tahun yang menimbulkan akibat parah.

    Riset dari California Academy of Sciences mengungkap jelaga sisa kebakaran hutan memenuhi atmosfer dan menghalangi sinar Matahari setelah tabrakan asteroid tersebut.

    Asteroid besar itu menghantam wilayah yang sekarang adalah Teluk Meksiko, dengan perkiraan memusnahkan sekitar 75% kehidupan di Bumi pada kala itu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kejadian ini menarik para peneliti untuk mempelajarinya lebih lanjut. Dalam sebuah studi, peneliti menemukan pemicu utama kepunahan adalah awan abu dan partikel jelaga yang menyebar melalui atmosfer.

    Mereka mengatakan awan ini akan bertahan hingga dua tahun, menempatkan sebagian besar Bumi dalam kegelapan, dan menyulitkan apa pun untuk tumbuh atau bertahan hidup.

    Kehidupan di daerah sekitar tumbukan pun terbunuh, tetapi ada lebih banyak kerusakan yang signifikan pada tahun-tahun setelah tabrakan dengan asteroid.

    Salah satu dampaknya seperti gelombang pasang, banjir, dan perubahan lingkungan besar-besaran, termasuk memuntahkan partikel ke atmosfer yang menyebar ke seluruh dunia.

    Sementara Bumi diselimuti kegelapan, para peneliti mengatakan fotosintesis – proses yang digunakan tanaman untuk tumbuh – akan gagal.

    Ini menyebabkan keruntuhan ekosistem, bahkan setelah sinar matahari kembali, penurunan fotosintesis akan berlanjut selama beberapa dekade, tim peneliti itu menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Live Science, dikutip dari Daily Mail, Jumat (30/9/2022).

    Kegelapan atmosfer ini disebabkan oleh runtuhan batu hancur dan asam sulfat dari tabrakan yang terbentuk sebagai awan di langit, mendinginkan suhu global dan menghasilkan hujan asam – yang menyebabkan kebakaran hutan dimulai.

    “Skenario musim dingin nuklir” ini, seperti yang pertama kali diusulkan pada 1980-an, memainkan peran utama dalam kepunahan massal, jelas Peter Roopnarine, penulis riset.

    Meskipun diteorikan selama lebih dari empat dekade, hanya dalam dekade terakhir model telah dikembangkan untuk melihat bagaimana kegelapan ini berdampak pada kehidupan.

    “Pemikiran umum sekarang adalah bahwa kebakaran hutan global akan menjadi sumber utama jelaga halus yang akan melayang ke atmosfer atas,” kata Roopnarine.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    NASA Temukan Harta Karun, Penduduk Bumi Bisa Kaya Raya

    (dem)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.