Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Resesi Goyang Apple, iPhone 14 Bisa Ga Laku & Produksi Mandek
    Insight News

    Resesi Goyang Apple, iPhone 14 Bisa Ga Laku & Produksi Mandek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 September 2022Updated:30 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple juga jadi salah satu korban pada krisis ekonomi global. Inflasi Amerika Serikat (AS) yang menyentuh 8,6% membuat raksasa teknologi asal Cupertino itu berbenah.

    Apple harus menghadapi peningkatan biaya logistik global serta kenaikan gaji karyawan. Ada juga kemungkinan para konsumen menunda membeli iPhone terbaru untuk upgrade, sebab daya beli yang menurun.

    Belum lagi, Apple harus menghadapi kendala pasokan karena China menjalankan kebijakan lockdown di sejumlah wilayah akibat Covid-19.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dari sudut pandang inflasi, kami melihat inflasi,” kata CEO Apple Tim Cook kepada investor dalam diskusi dengan investor pada April, dikutip dari CNBC Internasional.

    “Ini terbukti dalam margin kotor kami kuartal terakhir dan di OpEx kuartal terakhir kami. Jadi kita pasti melihat beberapa tingkat inflasi yang saya pikir semua orang lihat.”

    Pada kuartal tersebut, Apple mencatatkan margin kotor 3,7%. Ini lebih tinggi dari yang diharapkan analis tetapi turun sedikit dari yang didapatkan pada kuartal Desember lalu.

    Dalam periode yang sama, biaya operasional mencapai US$12,58 miliar. Angka tersebut meningkat 19% dari tahun ke tahun, dan diakui Tim Cook pengiriman sebagai tantangan besar.

    “Pengiriman adalah tantangan besar,” kata Cook pada bulan April. “Dari sudut pandang inflasi dan dari sudut pandang ketersediaan.”

    Kenaikan biaya lainnya terkait dengan kekurangan silikon. Ini didorong karena lockdown di China selama paruh pertama 2022.

    Begitu juga kenaikan terjadi akibat adanya kelangkaan keseluruhan chip yang diperlukan untuk produknya. Menurut Tim Cook, bagaimanapun beberapa komponen menjadi lebih murah.

    Kondisi pasar juga memaksa Apple meningkatkan biaya tenaga kerja. Perusahaan menaikkan gaji karyawan korporat dan ritel, mengekor para raksasa teknologi lain seperti Google, Amazon, dan Microsoft yang membuat kebijakan terkait kompensasi karyawan awal tahun ini.

    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.