Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Lepas Gaji Tinggi Pindah Bantu PNS, Ini Alasan Eks Gojek
    Insight News

    Lepas Gaji Tinggi Pindah Bantu PNS, Ini Alasan Eks Gojek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 September 2022Updated:29 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bekerja di startup seperti menjadi incaran bagi kaum muda. Selain perusahaan yang bergengsi, startup juga menawarkan gaji yang menggiurkan.

    Namun tidak sedikit yang memilih meninggalkan karir di startup untuk pindah bekerja di instansi pemerintah . Seperti yang dialami oleh Farzikha Soerono, seorang mantan karyawan Gojek yang kini bekerja di Kementerian Kesehatan.

    Sebelum di kementerian, Zikha pernah menjadi bagian dari tim Product Management di Gojek di unit usaha layanan keuangan, tepatnya di GoPayLater dan GoModal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kini perannya di Kementerian Kesehatan berada di Pusdatin-DTO, memimpin tim Product yang terdiri dari Product Managers, Designers, Researchers, and Helpdesk.

    Ia lalu menceritakan pertimbangan apa saja yang diambil hingga akhirnya memilih untuk bekerja di Kementerian Kesehatan.

    “Keinginan untuk memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia. Saya merasa tidak ada tempat yang lebih tepat untuk memberikan manfaat (impact) yang terluas ke negara kita selain menjadi bagian dari pemerintah Indonesia,” katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/9/2022).

    Ia juga tertarik dengan masalah untuk dipecahkan di Kementerian Kesehatan, dimana fokusnya bukan mengembangkan aplikasi tapi ke interoperabilitas satu data kesehatan.

    Interoperabilitas data kesehatan memungkinkan terjadinya pertukaran informasi rekam medis antar fasilitas kesehatan (faskes), sehingga dimanapun masyarakat berobat dengan izin consent dari pasien, rekam medisnya terintegrasi dan saling terhubung.

    “Ini masalah yang saya sendiri hadapi dimana dokter asma saya yang sudah merawat saya sejak umur 3 tahun meninggal tahun 2021. Seketika saya bingung kemana saya harus berobat selanjutnya karena semua rekam medis saya hanya ada di satu fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

    Selain itu figur seorang pimpinan berperan dalam pengambilan keputusan Zikha untuk pindah ke pemerintah. Ia tertantang membangun tim teknologi di pemerintah, tapi disatu sisi ingin dibimbing dan dimentor oleh orang yang tepat dan sudah berpengalaman untuk melakukan ini dalam tatanan birokrasi dan langsung dari PNS berpengalaman.

    “Figur Pak Setiaji sebagai Chief DTO berperan dalam pengambilan keputusan saya untuk pindah ke pemerintah.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    RI Temukan 18 Kasus Hepatitis Misterius , Terbanyak di Mana?

    (roy/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.