Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jokowi Ungkap Penyebab 90 persen Startup RI Gagal Berkembang
    Insight News

    Jokowi Ungkap Penyebab 90 persen Startup RI Gagal Berkembang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2022Updated:27 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tak semua startup dapat berkembang dengan baik di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hampir 80%-90% perusahaan rintisan tidak bisa bertahan akibat tidak mampu melihat kebutuhan pasar.

    “Berangkatnya mestinya dari kebutuhan pasar yang ada itu apa,” kata Jokowi, saat BUMN Startup Day Tahun 2022, Senin (26/9/2022).

    Kegagalan tersebut juga bukan tanpa sebab. Misalnya, saja tidak ada kebutuhan pasar yang mencapai 42%, selain itu ada juga alasan lain seperti kehabisan dana, susunan tim yang tidak sesuai, hingga kalah kompetisi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ini nanti fungsinya venture capital, fungsinya BUMN agar ekosistem besar yang ingin kita bangun ini saling sambung sehingga semuanya terdampingi dengan baik,” kata Jokowi.

    Saat terjadi krisis, Jokowi mengharapkan perusahaan rintisan bisa memanfaatkan peluang. Termasuk memanfaatkan rentetan krisis yang terjadi saat ini sebagai keuntungan bagi para startup.

    “Urusan pangan ke depan ini akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi dan itu adalah kesempatan, itu adalah peluang,” katanya.

    “Di sini ada peluangnya semua. Dan yang namanya urusan pangan, ini kan tidak hanya urusan beras saja. Komoditas yang lainnya banyak sekali”.

    Alasan startup tutup

    Sementara CB Insight juga melaporkan beberapa alasan startup gagal untuk berkembang. Berikut daftarnya:

    1. Tidak ada kebutuhan pasar 42%
    2. Kehabisan uang 29%
    3. Komposisi tim tidak tepat 23%
    4. Kalah dalam kompetisi 19%
    5. Harga atau biaya tanggungan 18%
    6. Produk yang tidak ramah pengguna 17%
    7. Produk tanpa model bisnis 17%
    8. Pemasaran yang buruk 14%
    9. Mengabaikan pelanggan 14%
    10. Produk diluncurkan di waktu yang tidak tepat 13%
    11. Kehilangan fokus 13%
    12. Ketidakharmonisan antartim atau dengan investor 13%
    13. Pivot berakhir buruk 10%
    14. Kehilangan passion 9%
    15. Ekspansi gagal 9%
    16. Tidak ada pendanaan atau ketertarikan dari investor 8%
    17. Masalah hukum 8%
    18. Tidak menggunakan jaringan 8%
    19. Burnout 8%
    20. Tidak bisa pivot 7%

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kisah Startup yang Gulung Tikar Walau Modal Triliunan

    (dem)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.