Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh PHK Shopee & Zenius, Gaji Karyawan Startup Bakal Turun?
    Insight News

    Heboh PHK Shopee & Zenius, Gaji Karyawan Startup Bakal Turun?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 September 2022Updated:23 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mei lalu startup edukasi, Zenius, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 200 karyawan mereka. Saat itu, Zenius menyebut, langkah PHK karyawan ditempuh karena perusahaan terdampak kondisi ekonomi makro terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Mereka mengaku perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan.

    Badai PHK pun terus berlanjut, dan terbaru menimpa Shopee Indonesia. Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan keputusan ini merupakan langkah terakhir yang harus ditempuh, setelah melakukan penyesuaian melalui beberapa perubahan kebijakan bisnis.

    Setelah rangkaian PHK yang terjadi, bagaimana dengan gaji karyawan startup tanah air?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Startup disebut bakal lebih berhati-hati lagi dalam hal merekrut karyawan dan gaji yang diberikan. Hal ini dilakukan di tengah badai PHK karyawan yang marak terjadi di startup.

    “Soal gaji, mungkin dengan beberapa layoff belakangan ini startup-startup itu sudah mulai hati-hati, enggak jorjoran lagi menawarkan gaji tinggi,” ujar Director Plug and Play Indonesia, Wesley Harjono, kepada CNBC Indonesia.

    Meskipun demikian para startup akan tetap melakukan pencarian talent bagi perusahaannya. Sebab budaya startup adalah bertumbuh dengan cepat. Salah satu caranya dengan merekrut karyawan yang ahli di bidangnya.

    Hanya saja perekrutan yang dilakukan akan sedikit lambat, karena perusahaan butuh waktu untuk melihat apakah di organisasi mereka sudah cukup efisien dengan karyawan yang ada.

    “Jadi hiring nya akan sedikit lambat tapi bukan berarti enggak ada sama sekali, setiap hari ada startup yang muncul di Indonesia,” tuturnya.

    Inovasi yang diberikan tidak akan berhenti hanya karena kejadian banyaknya PHK yang ada saat ini. Justru startup baru akan bermunculan dan kesalahan yang dibuat pendahulunya bisa menjadi pelajaran bagi mereka.

    Kesalahan yang sering dilakukan oleh para startup adalah terlalu agresif dalam melakukan hiring sehingga tidak terlebih dulu mengatur strategi di awal.

    Pihak manajemen, lanjutnya, merasa dengan merekrut banyak orang akan berpengaruh pada perkembangan mereka.

    “Mungkin dari sisi manajemen juga merasa aggressively hiring equal to rapid growth. Padahal kan sebenarnya enggak necessary aggressively hiring itu equal to rapid growth,” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ramai-ramai Startup PHK & Tutup, Inikah Penyebabnya?

    (dem)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.