Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Upaya RI Untuk Arus Data Lintas Negara & Literasi Digital
    Insight News

    Ini Upaya RI Untuk Arus Data Lintas Negara & Literasi Digital

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 September 2022Updated:19 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Arus data lintas negara serta literasi digital dan kecakapan digital menjadi isu prioritas yang dibahas di Forum Digital Economy Working Group (DEWG) 2022 putaran ke-4 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo Usman Kansong mengungkapkan posisi Indonesia dalam isu data lintas negara adalah menginginkan adanya kedaulatan digital. Tidak hanya bagi Indonesia, kedaulatan digital juga berlaku untuk negara lain.

    “Jangan sampai ada istilahnya pengelompokan baru dalam konteks pertukaran data ini. Tetapi pertukaran data ini bersifat adil, setara. Jadi point of view-nya sekali lagi adalah kedaulatan digital atau kedaulatan data, kita semua negara harus menghormati kehormatan digital lain,” kata dia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun kesepakatan antara negara-negara anggota G20 mengenai isu, ini yaitu mengakui upaya Presidensi Indonesia untuk memulai diskusi terkait prinsip-prinsip data free flow withrust dan cross border data flow, yaitu keadilan, transparansi, dan keabsahan.

    Sementara itu untuk isu literasi digital dan kecakapan digital, Usman menyebut pihaknya mengajukan proposal panduan menghadapi hoaks dan informasi yang salah. Panduan ini nantinya akan dipakai oleh negara-negara di Asia Tenggara dan akan diperkenalkan di ASEAN Summit pada 2023 mendatang.

    “Ini salah satu implementasi konkret dari literasi digital. Kita ingin memberikan guideline dan petunjuk dan acuan bagi negara-negara Asia Tenggara bagaimana kita memerangi hoaks dan missed informasi. Literasi digital ini kan terkait erat dengan hoaks dan missed informasi,” tegas Usman.

    Untuk isu tersebut, DEWG berhasil menyusun digital tool kits for measuring digital skills and literacy. Dokumen ini diketahui untuk mengukur standar kecakapan literasi digital dan kecakapan digital guna pengambilan kebijakan publik yang lebih objektif, serta mendorong kerja sama internasional dalam mengatasi gap antar negara dan menjawab tantangan masa depan digital.

    “Inilah sumbangsih IKP, Kominfo, dan Indonesia untuk dunia internasional karena guideline ini dipakai paling tidak oleh 10 negara anggota ASEAN, dan bisa jadi diadopsi oleh negara-negara Asia secara umum, dan bisa jadi akan dipakai oleh dunia,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, Forum DEWG 2022 putaran ke-4 telah selesai diselenggarakan. Dalam forum ini, isu-isu kunci terkait ekonomi digital berhasil dibahas dan menghasilkan kesepakatan antara negara-negara anggota G20, seperti pemulihan pasca pandemi Covid-19, literasi digital dan kecakapan digital, dan terkait arus data lintas negara.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kembangkan Teknologi Digital, Literasi Harus Ditingkatkan

    (rah/rah)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.