Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terungkap, Agen Intelijen China ‘Menyusup’ di Twitter
    Insight News

    Terungkap, Agen Intelijen China ‘Menyusup’ di Twitter

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 September 2022Updated:14 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mantan bos keamanan Twitter, yang kini memutuskan untuk melaporkan berbagai pelanggaran di perusahaan media sosial tersebut, mengungkapkan fakta mengejutkan. Ternyata, ada agen intelijen China yang bekerja sebagai pegawai Twitter.

    Dalam rapat dengar pendapatan dengan Komisi Hukum Senat Amerika Serikat, Peiter Zatko mengungkapkan praktik Twitter yang dia nilai mengancam keamanan nasional AS. Salah satu tudingan Zatko, seperti dikutip Engadget, adalah adanya agen yang bekerja untuk Kementerian Keamanan Negara China dalam daftar pegawainya.

    Senator AS Chuck Grassley mengatakan, “FBI telah memberi tahu Twitter bahwa paling tidak ada satu agen China yang bekerja di perusahaan tersebut”.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam laporannya yang dipublikasikan, Zatko menyatakan bahwa ia telah diperingkatkan bahwa Twitter bahwa mempekerjakan “satu atau lebih” orang yang “bekerja untuk agensi intelijen asing.” Namun, dalam laporan tersebut tidak disebutkan secara detail negara asal agensi intelijen tersebut.

    “Saya telah diberi tahu, karena tim keamanan korporat dikontak dan diberi tahu bahwa paling tidak ada satu agen MSS, yaitu badan intelijen China bekerja di Twitter,” kata Zatko di hadapan senat.

    Zatko juga mencemaskan aktivitas agensi intelijen negara lain, termasuk India, yang “memaksa” Twitter mempekerjakan agen pemerintah.

    Keberadaan agen intelijen pemerintah di dalam Twitter sebelumnya pernah terungkap, yaitu mantan pegawai Twitter yang telah dipidana sebagai agen Arab Saudi.

    Keberadaan agen pemerintah di dalam Twitter, menurut Zatko, berbahaya karena platform media sosial ini mengumpulkan banyak sekali data dan memiliki pengetahuan yang terbatas tentang data tersebut. Selain itu, tim teknis di Twitter memiliki akses yang bebas ke data tersebut.

    “Tidak berlebihan jika dibilang, pegawai di dalam perusahaan bisa mengambil alih akun milik semua senator di ruangan ini,” kata Zatko.

    Senator Grassley mengatakan bahwa CEO Twitter Parag Agrawal telah diundang untuk menghadiri rapat dengar pendapat, tetapi menolak untuk tampil.

    “Dia menolak undangan komisi, mengklaim bisa mengganggu tuntutan hukum Twitter ke Musk,” kata Grassley.

    Twitter saat ini dalam sengketa hukum dengan Elon Musk terkait rencana akuisisi Musk atas Twitter senilai US$44 miliar. Musk berusaha untuk membatalkan proses akuisisi. Upaya yang coba dicegah oleh pemegang saham Twitter lewat pengadilan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tesla Anjlok di Bursa, Elon Musk Obral Saham demi Twitter?

    (dem)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.