Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Batal Beli Twitter, Takut Perang Dunia ke-3
    Insight News

    Elon Musk Batal Beli Twitter, Takut Perang Dunia ke-3

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 September 2022Updated:11 September 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Keluhan pelapor dari mantan kepala keamanan Twitter memperumit proses hukum perusahaan dengan Elon Musk.

    Pengacara yang mewakili Musk dan Twitter bertemu di pengadilan Selasa (6/9) untuk sidang yang akan menentukan apakah klaim yang dibuat oleh Pieter “Mudge” Zatko dapat ditambahkan ke kasus hukum Elon Musk untuk keluar dari komitmen senilai US$44 miliar untuk membeli Twitter.

    Sidang tersebut menjadi yang pertama kali dari perwakilan Twitter secara terbuka menanggapi keluhan Zatko. Dalam dua minggu sejak Zatko buka suara, Twitter sebagian besar tetap diam tentang substansi klaim.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selama persidangan, pengacara Twitter menggambarkan Zatko sebagai karyawan yang tidak puas, ia dikatakan memiliki “senjata” untuk melawan perusahaan dan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas spam di Twitter.

    Mereka menuduhnya menyusun pengaduan pelapornya, untuk mengikatnya ke perjanjian merger. Sementara itu, pengacara Zatko sebelumnya mengatakan dia tidak buka suara untuk menguntungkan pihak Musk.

    Khususnya, pengacara Twitter tidak membahas klaim bahwa praktik keamanan perusahaan yang lemah mungkin telah membahayakan keamanan nasional atau bahwa CEO Parag Agrawal mengatakan kepada Zatko untuk berbohong dewan perusahaan.

    Pengacara Twitter memang menyatakan bahwa Musk mencari alasan untuk menghentikan kesepakatan sebelum keluhan Zatko dipublikasikan. Pada satu titik, pengacara Twitter mengutip dari pesan teks 3 Mei yang dikirim Musk ke bankirnya di Morgan Stanley:

    “Mari kita memperlambat hanya beberapa hari. Tidak masuk akal untuk membeli Twitter jika kita menuju ke Perang Dunia III,” pengacara Twitter mengutip Musk.

    “Inilah mengapa Musk tidak ingin membeli Twitter, hal-hal tentang bot, mDAU [pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi] dan Zatko semuanya adalah dalih,” imbuhnya.




    Foto: REUTERS/ANDREW KELLY




    Tidak masuk akal untuk membeli Twitter jika kita menuju ke Perang Dunia IIIElon Musk

    Di sisi lain, pengacara Musk menggembar-gemborkan kredensial Zatko sebagai eksekutif yang pernah ditawari posisi sebagai pejabat pemerintah AS. Mereka mengatakan Musk tidak ada hubungannya dengan pengaduan pelapor Zatko dan bahwa Twitter sengaja menyembunyikan informasi soal bot.

    Apakah itu akan cukup untuk mempengaruhi hakim dalam kasus ini, tidak jelas. Dalam satu waktu, hakim dengan tajam berkomentar tentang keputusan Musk untuk mengabaikan uji tuntas sebelum menyetujui akuisisi.

    “Mengapa kami tidak menemukan ini dengan cermat,” kata pengacara Musk, merujuk pada pengaduan pelapor Zatko. “Mereka menyembunyikannya, itu sebabnya.” “Kita tidak akan pernah tahu, kan,” jawab hakim.

    Pengacara Musk, yang mendorong agar persidangan Oktober ditunda, menutup sidang yang berlangsung lebih dari tiga jam dengan menyatakan bahwa “bukan kami yang menyebabkan kekacauan atau penundaan ini.”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Apa Benar Elon Musk Beli Twitter karena Donald Trump?

    (dem)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.