Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Orang Kuat Ini Sebut Fintech & Digital Bank Bisa Picu Krisis
    Insight News

    Orang Kuat Ini Sebut Fintech & Digital Bank Bisa Picu Krisis

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 September 2022Updated:9 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Fintech Ddan digital banking disebut bisa menjadi biang kerok penyebab krisis ekonomi. Bahkan Acting Office of Comptroller of the Currency (OCC) , Michael Hsu menyebut fintech harus mendapatkan perhatian lebih.

    OCC merupakan lembaga independen bentukan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS). Tugasnya, mengawasi perbankan dan lembaga keuangan yang mengumpulkan dana dari masyarakat.

    “Saya percaya fintech dan teknologi besar memiliki dampak besar dan kami harus memberi perhatian lebih banyak akan itu,” kata Hsu dikutip dari Reuters, Kamis (8/9/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia mengatakan gangguan fintech pada keuangan tradisional termasuk dengan kemitraan bank menciptakan lebih banyak kompleksitas. Selain juga menjadi de-integrasi di seluruh sektor perbankan.

    “Menurut saya proses ini, yang dibiarkan sendiri, kemungkinan akan dipercepat dan berkembang hingga ada masalah yang parah atau bahkan krisis,” ungkapnya.

    Dia menambahkan kerjasama bank dan perusahaan teknologi telah mempersulit regulator. Yakni dalam rangka membedakan antara saat bank berhenti dan perusahaan teknologi mulai.

    Selain juga karena valuasi fintech turun akibat meningkatnya biaya penyaluran kredit dan kemitraan antar bank serta fintech juga mengalami peningkatan.

    Hal-hal tersebut, menurutnya dapat menciptakan risiko teknologi informasi seputar keamanan dan ketahanan informasi. Serta bisa menimbulkan masalah perlindungan pelanggan.

    “Saya semakin khawatir mengenai ‘yang tidak diketahui’ dan khawatir mengenai risiko yang kurang dikenal dalam transisi digital tidak berlabel dan tidak terlihat,” jelas Hsu.

    “Seperti yang kita pelajari dari krisis keuangan 2008, risiko yang tidak terlihat punya kecenderungan untuk tumbuh dan kemudian jadi sumber kejutan yang tidak menyenangkan”.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Nyata, Orang Ini Terlilit Utang Usai Pinjam Uang ke 40 Pinjol

    (npb/roy)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.