Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Luhut Soal Digitalisasi Indonesia: Kurangi Korupsi & Biaya
    Insight News

    Luhut Soal Digitalisasi Indonesia: Kurangi Korupsi & Biaya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2022Updated:7 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan digitalisasi akan mengurangi korupsi dan biaya, meningkatkan penerimaan negara dan industri serta UMKM domestik.

    “Negara ini kita buat supaya digitalisasi akan mengurangi korupsi akan buat lebih efisien, penerimaan pajak lebih bagus, membuat anak muda lebih banyak berkarya,” kata Luhut dalam sambutannya di acara Focus Group Discussion (FGD) Investasi Kabel Bawah Laut di Indonesia, Rabu (7/9/2022).

    Lebih lanjut Luhut mengatakan bahwa pengurangan korupsi melalui digitalisasi dalam dilakukan karena belanja pemerintah diarahkan melalui e-katalog. Sementara penurun biaya karena SIMBARA mengintegrasikan seluruh data pengelolaan sumber daya mineral dan batubara di Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Manfaat digitalisasi di Indonesia (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti)

    Sementara digitalisasi dapat meningkatkan penerimaan negara lewat peningkatan efisiensi pelabuhan melalui integrasi pelabuhan dan penerapan ekosistem logistik nasional. Dan meningkatkan investasi data center serta kabel bawah laut untuk mendukung ekonomi digital.

    Dalam pemaparannya, ia menuliskan bahwa kabel bawah laut merupakan jalan tol bagi internet yang ada di dunia yang ditujukan untuk komunikasi dan membawa data digital dengan kecepatan transmisi yang sangat cepat.

    Untuk diketahui saat ini, Indonesia memiliki 4 proyek kabel bawah laut sedang/akan dibangun di perairan Indonesia.

    Dalam data yang luhur paparkan, menurut Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) ITB, penerapan jaringan 5G melalui penyiapan infrastruktur kabel bawah laut di Indonesia berpotensi meningkatkan PDB secara kumulatif dari 2021-2030 hingga 9,5 persen atau senilai Rp 2.874 triliun.

    Sampai saat ini dari total 277,7 juta populasi, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 204,7 juta, naik 1% year-on-year.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Warning Luhut: Investasi Tesla di RI Butuh Waktu & Proses

    (roy/roy)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.