Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Rusia Sebut Stasiun Luar Angkasa ISS Berbahaya, Ada Apa?
    Insight News

    Rusia Sebut Stasiun Luar Angkasa ISS Berbahaya, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 September 2022Updated:5 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hubungan Rusia dan Amerika Serikat (AS) terkait antariksa terus berlanjut. Terbaru bos Roscosmos, Yuri Borisov menyebut stasiun luar angkasa internasional (International Space Station atau ISS) yang berusia 24 tahun itu berbahaya.

    Menurutnya, ini terjadi karena kegagalan peralatan massal dan suku cadang yang dimakan usia. Hal itu dapat membahayakan awal di dalamnya.

    “Secara teknis, ISS telah melampaui semua masa garansinya. Ini berbahaya,” kata Borisov, dikutip dari Reuters, Senin (5/9/2022). “Proses kegagalan peralatan seperti longsoran salju mulai, retakan muncul”.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    ISS diluncurkan pada tahun 1998 dan telah dihuni sejak November 2000 hingga sekarang. Stasiun itu dioperasikan di bawah kemitraan yang dipimpin AS dan Rusia, mencakup Kanada, Jepang, dan 11 negara Eropa.

    Badan Antariksa AS NASA ingin stasiun itu tetap akan berfungsi hingga 2030 mendatang atau 32 tahun sejak diluncurkan.

    Sementara itu hubungan AS dan Rusia memburuk setelah presiden Vladimir Putin melancarkan serangan ke Ukraina sejak Februari lalu. Perang tersebut membuat Barat melancarkan rentetan sanksi pada Rusia.

    Itu juga yang menjadi awal Roscosmos akan meninggalkan ISS dan berniat meluncurkan stasiun luar angkasanya sendiri sekitar 2024 mendatang. Menurut Borisov, sanksi Barat pada industri luar angkasa merusak prospek kerja sama lebih lanjut.

    Bulan lalu Borisov meluncurkan model stasiun tersebut. Tempat itu, dia mengatakan akan terbuka untuk kerja sama dengan ‘negara-negara sahabat’. Dia juga memilih keputusan Badan Antariksa Eropa untuk mengakhiri kerja sama dengan Rusia pada penjelajah ExoMars, untuk berburu kehidupan di planet Mars pada akhir dekade ini.

    “Usaha yang sangat besar dan sejumlah besar uang dihabiskan untuk itu…namun politik campur tangan dan apa hasilnya? Seharusnya tidak seperti ini, itu salah,” kata Borisov.


    Artikel Selanjutnya


    Perang Ukraina Minggir Dulu, Soal Ini AS & Rusia Pilih Damai

    (npb/roy)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.